suplemenGKI.com

1Korintus 10:1-3.

 

“Kegagalan Israel Menjadi Suatu Peringatan Bagi Kita”

Pengantar:
Bagian ini berawal dari upaya kerja keras Paulus memperkenalkan Injil kepada kota Korintus. Perhatikan pernyataan Paulus dalam 1 Korintus 9:23-27 “Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil…” menunjukkan betapa kerasnya Paulus bekerja memberitakan Injil di kota Korintus, hingga akhirnya jemaat Korintus bisa berdiri. Oleh karenanya tidaklah layak kalau ada yang meragukan kerasulan Paulus, sebab oleh perjuangan dalam memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus maka banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Itulah sikap kesetiaan dan ketaatan Paulus kepada Tuhan yang patut kita teladani sebagai umat Tuhan. Pada bacaan hari ini, Paulus mengingatkan setiap pembaca tentang kegagalan Israel dalam ketaatan, kesetiaan dan rasa hormat kepada Tuhan sebagai suatu peringatan.

Pemahaman:

  1. Apakah yang hendak ditekankan oleh Paulus melalui pernyataannya pada ayat 1-4?
  2. Apakah dampak dari umat Israel yang mengabaikan statusnya sebagai umat Allah? (v. 5)

Dalam proses Allah membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir, Allah memakai Musa untuk membawa Israel keluar dari Mesir. Berbagai peristiwa dialami dan dilalui oleh umat Israel di sepanjang perjalanan mereka keluar dari Mesir. Perjanjian Lama mencatat bahwa Tuhan mengizinkan mereka menyeberangi laut Teberau dengan berjalan seperti di tanah kering (Kel 14:15-16) Tuhan menuntun mereka melalui tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari (Kel 13:21-22) Tuhan juga memberi makan roti manna dan daging burung puyuh (Kel 16:4, 15; Bil 11:31-35) Dan masih banyak perbuatan ajaib yang Tuhan lakukan untuk memelihara dan memberkati bangsa Israel, namun mereka tetap tidak setia dan tidak hormat kepada Tuhan sehingga mereka disebut sebagai bangsa yang tegar tengkuk (Kel 32:9) Jadi dalam ayat 1-4 Paulus hendak menekankan bahwa sekalipun Israel adalah bangsa yang kenyang dengan kasih, pemeliharaan dan berkat Tuhan tetapi semuanya itu tidak membuat mereka hidup takut akan Tuhan. Sebagai akibat dari hidup mereka yang tidak takut akan Tuhan itu, maka sebagian besar dari mereka yang dipimpin oleh Musa keluar dari perbudakan Mesir tidak diperkenankan Tuhan untuk masuk ke tanah perjanjian – Kanaan (Bil 14:29-30) Pernahkah kita mengingat berapa banyak berkat Tuhan yang telah kita terima, berapa banyak pertolongan Tuhan yang telah kita alami dan berapa besar kasih Allah bagi kita? Berkat, pertolongan dan kasih Tuhan bagi kita adalah sebesar pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib. Oleh karena itu sudah selayaknyalah kita setia, taat dan menghormati Tuhan dalam hidup kita. Janganlah kita seperti umat Israel yang tidak setia dan tidak taat kepada Tuhan, sehingga Tuhan tidak berkenan kepada mereka.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Dalam hal apa Tuhan tidak mengasihi kita, sehingga bisa menjadi alasan bagi kita untuk tidak setia, tidak taat dan tidak menghormati Tuhan!

Tekad:
Tuhan, ampuni saya jikalau dalam hidup ini saya sering tidak taat dan tidak setia kepada-Mu

Tindakkan:
Saya mau belajar hidup setia, taat dan menghormati Tuhan dalam setiap aspek hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«