suplemenGKI.com

Sabtu, 23 Juni 2012

22/06/2012

Markus 4:35-41

Percaya Kepada-Nya Di Saat Badai

Dalam kehidupan pasti ada saatnya setiap orang menghadapi situasi yang sulit yang mungkin bisa jadi datangnya secara tiba-tiba.  Orang sering menyebutnya sebagai ‘badai kehidupan’.  Orang yang tangguh menghadapi badai kehidupan bukan hanya ditentukan oleh seringnya badai itu datang tetapi bagaimana seseorang berani menghadapi badai itu dan mengelola badai sebagai sebuah pengalaman untuk menghadapi badai yang kemungkinan akan datang kembali.  Tentu sebagai orang percaya kita diminta untuk percaya kepada-Nya dalam menghadapi ‘badai kehidupan’ itu.

Pertanyaan Penuntun:

  1. Bagaimana reaksi para murid ketika menghadapi badai? (ayat 38)
  2. Bagaimana respon Tuhan Yesus terhadap para murid? Apa yang Tuhan minta kepada mereka? (ayat 40)
  3. Apakah saat ini saudara berada dalam situasi menghadapi ‘badai kehidupan’?
  4. Masih adakah hati yang percaya?

 

RENUNGAN

Perikop ini terjadi di tengah danau Galilea.  Danau Galilea adalah sebuah danau yang berada di tengah lembah Yordan dan dikelilingi perbukitan.  Di bagian timur danau Galilea itu terdapat jurang-jurang dan di bagian barat agak landai.  Sedangkan di bagian utara dan selatan terdapat daratan.  Hal itu membuat danau Galilea sering memperoleh badai yang datang secara tiba-tiba.  Siapapun yang tinggal di palestina sangat mengenal bahwa danau Galilea terkenal dengan badainya.  Danau itu sering datang secara tiba-tiba dari kejauhan dan benar-benar menguncang serta menakutkan.  Orang yang berlayar menyeberang danau Galilea harus selalu siap berhadapan dengan badai yang datang tiba-tiba itu.

Pada waktu Tuhan Yesus mengajak para murid menyeberang danau Galilea tersebut, mereka betul-betul mengalami badai itu (ayat 37).  Yesus bersama-sama dengan mereka dalam perahu itu dan dalam keadaan tertidur.  Reaksi para murid adalah takut (ayat 38, 40), sampai mereka membangunkan Yesus dan berkata “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”  Reaksi para murid adalah hal yang wajar.  Sebab rasa takut adalah ralitas yang tidak terhindarkan pada setiap orang sebagai mekanisme penyelamat, yang otomatis segera bekerja begitu orang merasa terancam, tidak aman atau tidak memiliki kepastian.  Yang terpenting adalah bagaimana mengelola rasa takut itu dan langkah yang harus diambil untu mengatasi rasa takut.  Apa yang dilakukan para murid ketika itu?  Datang kepada Yesus!  Apa hasilnya?  Angin itu reda dan danau itu menjadi teduh.  Namun Tuhan Yesus bertanya kepada para murid “Mengapa kamu begitu takut?  Mengapa kamu tidak percaya?  Artinya bahwa Tuhan mengingatkan para murid bahwa Dia bersama mereka dan percaya.

Badai hidup bisa datang kapan saja dalam hidup kita, dan tidak jarang membuat kita menjadi takut.  Siapakah yang patut kita andalkan?  Tentu hanya Tuhan saja dan tidak ada yang lain.  Dia berkuasa atas badai hidup yang kita hadapi.  Masihkah kita punya hati untuk percaya di saat badai hidup melanda?  Dia meminta kita untuk percaya di saat ‘badai kehidupan’ itu datang secara tiba-tiba.  Percayalah!  Dia yang berkuasa atas angin dan laut adalah Yesus yang sama, yang mau dan bersedia menolong kita hari ini.

 

Badai hidup bisa datang tiba-tiba namun percayalah pertolongan-Nya juga bisa datang tiba-tiba setiap waktu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«