suplemenGKI.com

Sabtu, 23 Juli 2016

22/07/2016

Hidup Penuh Hikmat

Amsal 8: 1-21

Pengantar
Apa yang sesungguhnya dikejar oleh manusia di dalam dunia ini? Ada yang mengatakan bahwa hidup harus mengejar materi / harta, karena dengan banyaknya materi/harta  maka orang lain dapat menghargai kita. Ada yang mengatakan kekuasaan, karena dengan kekuasaan yang dimiliki, maka orang tersebut dihargai dan bahkan disegani oleh banyak orang. Bagaimana seharusnya manusia hidup menurut kitab Amsal 8 ini?

Pemahaman
Ay 1-6, Apa yang dikatakan  Amsal 8 tentang hikmat?
Ay 7-12, Apa yang dinasihatkan Amsal untuk memperoleh hikmat?
Ay 13-21, Apa yang akan didapat dari orang-orang yang hidup berhikmat?

Kitab Amsal 8 ini mengajak umat manusia untuk memiliki hikmat, bahkan hikmat itu dengan aktifnya memanggil-manggil umat untuk datang mendekat. Hikmat itu ada di mana-mana dan manusia diharapkan dapat meraihnya dengan segera. Hikmat itu menjadikan orang yang tak berpengalaman menjadi berpengalaman serta dapat menuntun manusia berkata-kata dengan bijak dalam setiap perkara.

Hikmat menuntun orang hidup dalam kebenaran, keadilan dan memiliki pengetahuan yang baik serta menjauhi kefasikan, kepura-puraan, belat-belit /serong. Orang yang memiliki hikmat lebih berharga dari mendapatkan perak, emas dan permata. Di dalam hikmat juga terdapat kecerdasan, pengetahuan dan kebijaksanaan.

Hikmat dimulai dengan hidup takut akan Tuhan. Menempatkan Tuhan diatas segala-galanya dan menghargai Tuhan dimanapun kita berada. Hikmat dapat bersama-sama dengan semua orang termasuk raja-raja, para bangsawan, hakim-hakim.

Orang yang memiliki hikmat juga ditambahkan kekayaan dan kehormatan, ia akan berjalan dalam kebenaran dan keadilan serta mewariskan hikmatnya kepada anak cucunya.

Bagian ini ingin mengajak umat untuk senantiasa hidup berhikmat dalam Tuhan. Hidup berhikmat inilah yang seharusnya dikejar oleh umat. Tentunya Tuhan akan menambahkan apa yang menjadi kebutuhan umat dalam kehidupan ini ketika umat senantiasa mencari Tuhan.

Refleksi
Renungkanlah sejenak: Apakah yang kita kejar di dunia ini? Pernahkah kita mengejar untuk hidup berhikmat di dalam Tuhan?

Tekad
Ya Tuhan, sering kali kami disilaukan oleh kemegahan dunia ini, bahkan tanpa kami sadari kami mengejarnya terus menerus dan kami lupa atau mengabaikan untuk hidup dalam hikmatMu, ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini terus berusaha untuk mencari hikmat Tuhan dalam menjalani hidup ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«