suplemenGKI.com

Ulangan 13:1-5

NABI PALSU DAN MUKJIZATNYA

PENGANTAR
Kita tahu bahwa Tuhan memiliki kuasa yang melampaui hukum alam (supranatural), dan pada waktu-waktu tertentu kita sangat membutuhkan kuasa supranatural itu.  Misalnya, ketika berhadapan dengan masalah yang melampaui kekuatan kita. Tentu saja, itu wajar. Lagipula, Tuhan memang sering menggunakan kuasa supranatural-Nya untuk menyatakan kehadiran-Nya dalam kehidupan kita. Namun demikian, kita perlu hati-hati di dalam hal ini. Tidak semua mukjizat atau kuasa supranatural berasal dari Tuhan atau orang-orang yang diutus-Nya. Nabi-nabi palsu pun dapat mengadakan mukjizat yang membuat kita kagum dan terkesan.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-3a.      Apa peran seorang nabi bagi mereka? Apa hubungan antara peran tersebut dengan tanda dan mukjizat yang dilakukannya? Bagaimana seharusnya mereka menilai apakah seorang nabi memang berasal dari Tuhan, ataukah seorang nabi palsu?
  • Ayat 3b-5.     Bagaimana mereka harus bersikap ketika seorang nabi palsu muncul di tengah-tengah mereka?

Peran seorang nabi sangat penting dalam agama-agama Timur Dekat kuno. Bagi mereka, nabi adalah utusan para dewa yang menyampaikan pesan kepada mereka, sekaligus juga menyampaikan permohonan mereka kepada para dewa. Nabi yang dimaksudkan dalam perikop ini bukanlah dari antara bangsa-bangsa kafir, namun dari Israel sendiri seperti yang dijelaskan oleh frase “muncul di antara kamu” (ayat 1). Jadi dari antara umat pilihan Tuhan sendiri juga dapat muncul nabi-nabi palsu.

Seorang nabi akan menyampaikan pesan dari Tuhan (di antaranya melalui mimpi, ay. 1) dan akan memberitahukan suatu tanda atau mukjizat yang akan terjadi sebagai bukti bahwa pesan tersebut memang berasal dari Tuhan. Ketika tanda atau mukjizat itu terjadi, orang banyak akan merasa kagum dan percaya bahwa ia diutus oleh Tuhan. Dalam hal inilah Tuhan memberikan peringatan penting kepada umat-Nya. Tanda atau mukjizat yang spektakuler tidak selalu berasal dari Tuhan, dan tidak dapat dipakai sebagai kriteria atau bukti bahwa nabi tersebut diutus oleh Tuhan. Sebaliknya, seorang nabi harus diuji berdasarkan pesan yang disampaikannya: apakah pesan itu konsisten dan sesuai dengan firman Tuhan secara keseluruhan.

Munculnya nabi-nabi palsu dengan kekuatan supranatural yang mereka miliki, merupakan ujian apakah mereka setia kepada Tuhan. Jadi, ketika berhadapan dengan seorang nabi palsu mereka harus meneguhkan kembali kasih mereka kepada Tuhan, makin teguh berpegang kepada perintah-Nya dan mendengar suara-Nya, makin rajin beribadah dan membangun hubungan yang erat dengan Tuhan. Mereka juga harus bersikap tegas terhadap seorang nabi palsu. Ketegasan ini juga menjadi peringatan kepada mereka agar mereka tidak sampai disesatkan oleh nabi palsu itu dan ikut ambil bagian dalam kejahatan yang dilakukannya.

REFLEKSI
Kekaguman terhadap mukjizat dapat membuat kita tersesat.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar mampu melihat kasih-Mu dan kehadiran-Mu melalui peristiwa-peristiwa yang “biasa”, yang kualami dalam hidupku sehari-hari.

TINDAKANKU
Hari ini aku berdoa bagi para hamba Tuhan yang dipakai-Nya secara “luar biasa”, agar mereka dapat tetap melayani Dia dengan setia dan membawa banyak orang hanya kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«