suplemenGKI.com

Bacaan : Lukas 4 : 14 – 21.

“MENGAWALI PELAYANAN DENGAN BAIK”

PENGANTAR
Setelah Tuhan Yesus berdoa dan berpuasa selama 40 hari di padang gurun, disana Ia mempersiapkan Diri secara matang untuk melayani. Yesus menang atas pencobaan di padang gurun. Tak lama setelah Tuhan Yesus meninggalkan padang gurun, Ia harus menghadapi keputusan yang lain yaitu saatnya telah tiba untuk melayani. Dan Ia harus memutuskan dimana Ia akan memulai.

PEMAHAMAN.

  1. Dimana Tuhan Yesus mengawali pelayananNya ? ( ayt 14 )
  2. Siapa yang menjadi sasaran pelayananNya ? ( ayt 15 )
  3. Bagaimana kesan orang banyak terhadap pelayanan Tuhan Yesus ? ( ayt 15 )

Tuhan Yesus memulai pelayananNya di Galilea. Sebuah wilayah di utara Palestina yang padat penduduk. Galilea dikelilingi oleh bangsa-bangsa non Yahudi sehingga pengaruh dari bangsa-bangsa disekitarnya sering melanda Galilea. Namun orang-orang Galilea sendiri senang menerima pengaruh dari luar dan dengan sendirinya mereka mencintai perubahan dan mudah dihasut. Orang-orang Galilea memiliki karakteristik cepat marah dan bertengkar dan suka membanggakan diri. Kepada orang-orang seperti itulah Tuhan Yesus memulai misi-Nya di Galilea.

Menarik untuk diperhatikan bahwa Tuhan Yesus mengawali pelayanan-Nya di rumah ibadat. Rumah ibadat atau synagoge adalah pusat kehidupan keagamaan di Palestina. Dalam hukum Yahudi mengatakan bahwa bilamana ada sepuluh keluarga Yahudi maka ditempat itu harus ada sebuah synagoge, oleh karena itu disetiap kota dan desa orang-orang beribadah di synagoge. Dalam ibadah di synagoge terdiri dari tiga bagian, pertama adalah kebaktian dimana doa-doa dinaikkan. Kedua  adalah pembacaan kitab suci. Ketiga bagian pengajaran yang diikuti dengan percakapan dan diskusi. Disinilah Tuhan Yesus memperoleh kesempatan untuk mengajar bagian kitab suci dengan benar dan dalam pimpinan Roh Kudus. Sudah barang tentu pengajaran yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sangat menarik perhatian orang-orang yang beribadah di synagoge karena di bagian akhir dari ayat 15 dikatakan “dan semua orang memuji Dia”. Sebuah kesan yang indah dan mengharumkan karena semua orang yang hadir disitu memuji Yesus. Kesempatan pertama menarik simpati maka selanjutnya akan memberikan buah yang indah.

Seharusnya setiap pelayanan yang kita lakukan selalu memberi kesan yang indah dan menarik perhatian kepada mereka yang kita layani, sehingga pelayanan itu dapat memberi dampak yang baik. Bagaimana dengan saudara ?

REFLEKSI.
Marilah kita mengambil saat hening sejenak untuk merenungkan beberapa hal berikut. Tuhan Yesus mengawali pelayanan-Nya di rumah ibadat yang kecil namun begitu berkesan bagi para pendengarnya. Bagaimana dengan saudara ? apakah saudara juga melakukan seperti yang Yesus lakukan ?

TEKADKU.
Ya Tuhan tolonglah saya supaya saya dapat memulai melayani Tuhan di lingkup yang kecil.

TINDAKANKU.
Saya akan memulai melayani di lingkup yang kecil, misalnya memimpin renungan di persekutuan keluarga.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*