suplemenGKI.com

Bacaan : Lukas 1 : 26 – 38.

Thema :  Siap melakukan Kehendak Allah.

PENGANTAR.
Ketaatan dalam melakukan kehendak Allah tidak selalu mudah. Terkadang Tuhan Allah meminta kita melakukan sesuatu di luar nalar kita, seperti ketika Tuhan meminta Abraham mempersembahkan Ishak anaknya. Oleh sebab itu banyak orang kristen yang lebih suka hidup menurut kehendaknya sendiri dari pada hidup menurut kehendak Allah.

PEMAHAMAN.

  1. Kepada siapakah Allah menyatakan Anugerah-Nya ? ( ayat 26 – 27 ).
  2.  Apa inti dari Anugerah Allah itu ? ( ayat 28 – 32 )
  3. Bagaimana respon Maria terhadap rencana Allah ? ( ayat 33 – 38 )

Kembali lagi malaikat Gabriel di utus Tuhan ke Nazaret untuk menyampaikan berita kelahiran yang jauh lebih besar dan agung kepada Maria, dari keturunan Daud. Allah berkenan menyatakan Anugerah-Nya dengan memilih seorang perawan yang sederhana dan tidak terpandang. Ia adalah Maria, yang akan menjadi ibu dari Mesias yang dijanjikan Allah. Anak yang akan dilahirkannya akan dinamai Yesus yang berarti Allah adalah keselamatan/Juruselamat. Dan disebut sebagai Anak Allah yang Mahatinggi ( ayat 31-32). Anak itu yang akan menjadi raja mewarisi takta Daud. Ia akan memerintah israel dan seluruh umat manusia. Dan kerajaan-Nya akan kokoh dan kekal sampai selama-lamanya.

Bagi Maria, berita yang di dengarnya itu sungguh amat mencengangkan, sehingga Maria bertanya kepada Gabtriel, bagaimana mungkin ia dapat mengandung, sebab ia belum bersuami ? (34). Namun malaikat Gabriel menjawab, bahwa Maria akan mengandung karena pekerjaan Roh Kudus (35). Sudah barang tentu jawaban ini , menuru manusia, tidak masuk akal dan mustahil. Tetapi malaikat Gabriel menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah (37).

Maria mungkin mengetahui konsekwensi dari kehamilannya. Yusuf, tunangannya mungkin akan memutuskan hubungan mereka dan ia sendiri akan menanggung hukuman rajam sampai mati oleh orang Yahudi. Namun respon Maria sungguh sangat luar biasa. Ia mengatakan, “jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (38 ). Sebuah sikab tunduk dan berserah yang bulat yang tidak memperhitungkan harga dirinya sendiri. Luar biasa.

REFLEKSI.
Marilah kita mengambil waktu sejenak untuk merenungkan. Jika Tuhan menghendaki sesuatu yang sulit untuk saudara lakukan, bersediakah saudara melakukannya ? Adakah sikap tunduk dan berserah itu saudara miliki ? atau saudara hitung-hitungan dengan Allah ? jawablah dengan jujur.

TEKADKU.
Ya Tuhan, ampunilah saya karena selama ini saya kurang tunduk dan berserah kepada-Mu.

TINDAKANKU.
Saya akan mulai belajar menjalankan perintah Tuhan dengan hati yang tunduk dan berserah secara penuh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*