suplemenGKI.com

Sabtu, 23 April 2016

22/04/2016

SALING MENGASIHI SEBAGAI MURID KRISTUS

Yohanes 13:31-35

 

Pengantar
Di sebuah sekolah para murid memiliki banyak perbedaan. Perbedaan dengan latar belakang sosial, budaya, agama, karakter, dsb. Dari berbagai macam perbedaan dapat dijumpai para murid yang membentuk kelompok-kelompok tersendiri. Mereka lebih mau berbagi kasih kepada teman-teman kelompoknya dibandingkan dengan teman di luar kelompoknya. Memang kelihatannya mengasihi itu mudah namun kenyataannya susah dilakukan dalam praktek kehidupan sehari-hari. Orang akan lebih mudah mengasihi teman yang dikenalnya dibandingkan mengasihi orang lain. Hari ini kita akan melihat bagaimana Yesus memberikan perintah baru kepada para murid yang juga diberikan bagi kita.

Pemahaman

  • Ayat 31-33: Apa makna perkataan Yesus: Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia?
  • Ayat 34-35: Mengapa Yesus memberikan perintah baru pada para murid untuk saling mengasihi ?

Dialog Yesus dengan murid-muridNya pada ayat 31-35 terjadi ketika mereka masih dalam perjamuan malam terakhir. Namun saat itu Yudas pergi dan hendak menyerahkan Yesus. Oleh sebab itu Yesus yang tahu saat kematianNya semakin mendekat mengatakan bahwa: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia”. Melalui perkataanNya, Yesus hendak menegaskan bahwa pemuliaan Allah dalam diriNya akan segera tiba. Yesus akan menanggung penderitaan yang berat. Tetapi sesudahnya, Allah dipermuliakan melalui pengorbanan Yesus. Tindakan pengorbanan yang Yesus lakukan merupakan hal yang perlu diteladani agar umat makin mengenal kemuliaan Allah.

Di waktu yang sama, Ia memberikan perintah baru kepada para murid untuk saling mengasihi. Sama seperti kasih yang Ia berikan dengan mengorbankan diriNya, Ia ingin agar murid-muridNya juga saling mengasihi satu sama lain. Para murid mendapatkan perintah baru untuk saling mengasihi agar kesatuan para murid terus dipertahankan. Mereka diminta mengasihi agar relasi mereka tidak mudah retak oleh kecurigaan dan kemarahan. Permintaan Yesus begitu sederhana, yaitu saling mengasihi.  Tetapi dalam kenyataannya praktek “kasih” tidak seindah teorinya. Mengapa sulit mengasihi? Hal ini terjadi karena pada saat mengasihi, manusia sedang melawan kebiasaan manusia berdosa yang menjadikan ego sebagai suatu sarana mengaktualisasikan diri. Yesus tidak ingin para murid menjadi pribadi yang egosentris tapi mau memandang dan menghargai orang lain dengan kasih sehingga kesatuan tubuh Kristus terpelihara.

Refleksi
Apakah kita sudah mengasihi sesama tanpa melihat kelemahannya? Mari kita bercermin. Sebagai seorang murid Kristus yang telah menerima Perintah Baru, apakah Saudara membagi kasih hanya kepada orang yang Saudara suka dan kenal?

Tekad
Tuhan, mampukan aku mengasihi sesamaku tanpa batas sebagaimana Engkau mengasihiku dengan segala kekuranganku.

Tindakan
Aku mau mengasihi dengan tulus orang-orang yang selama ini tidak kusukai. Sebagai langkah awal, aku akan memberikan kata-kata motivasi dalam bentuk pesan singkat kepadanya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«