suplemenGKI.com

Roma 12:1-8

 

Mewujudkan Ibadahmu yang Sejati Melalui Persembahan Tubuhmu

 

Pengantar
Dalam suratnya kepada Jemaat di Roma, sebagaimana tertulis dalam Pasal 12, Rasul Paulus menggunakan kata-kata pembuka “Karena itu, saudara-saudara, …”. Tampak ia ingin memberikan sebuah kesimpulan dari semua argumentasi yang telah disampaikan sebelumnya (Pasal 1-11) untuk mendukung ajakannya agar kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah sebagai ibadah kita yang sejati Rasul Paulus ingin menegaskan, bahwa dalam merespons kemurahan Allah, sudah selayaknyalah jika kita memberikan kepadaNya persembahan yang terbaik, yaitu persembahan diri kita secara total, bukan lagi persembahan tubuh binatang, sesempurna apapun, sebagaimana biasa dilakukan pada jaman itu. Lagi pula, bukankah Kristus telah lebih dahulu menyerahkan diriNya sebagai ganti tebusan bagi kita, manusia berdosa?

 

Pemahaman

- Ayat 1-2       : Menurut Sdr mengapa Rasul Paulus meminta kita mempersembahkan
tubuh kita sebagai persembahan yang “hidup”? Lalu apakah
permintaan itu ada kaitannya dengan larangannya agar kita tidak
menjadi serupa dengan dunia dan meminta agar kita berubah oleh
pembaharuan budi kita?

- Ayat 3           : Apakah yang dimaksudkannya dengan “tidak memikirkan hal-hal
yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan ..”? (Bacalah ayat
ini dalam terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari – BIS).

- Ayat 4-7       : Apakah yang dimaksudkan oleh Paulus, bahwa tidak semua anggota
mempunyai tugas yang sama, namun setiap anggota adalah bagian
dari tubuh Kristus? (Baca pula I Korintus 12:18).

- Ayat 8           : Apakah yang dimaksudkan oleh Paulus dengan kata-kata “…
hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas ..”

Dalam pasal-pasal sebelumnya, Rasul Paulus memaparkan kemurahan Allah Bapa bagi kita, di antaranya kita dimerdekakan dari perhambaan dosa (Roma 6:16-18); dianugerahi hidup kekal (Roma 6:23); hidup dalam damai dengan Allah (Roma 5:1); jalan masuk kepada kasih karunianya melalui iman (Roma 5:2); dibenarkan oleh darah PutraNya dan diselamatkan dari murkaNya (Roma 5:9). Tentu itu semua mengandung sebuah maksud yaitu menuntun kita kepada pertobatan (Roma 2:4) atau dengan kata lain kepada sebuah transformasi, yakni ketika kita menyerahkan diri kita sebagai persembahan hidup kita secara total dan mengijinkan perubahan karakter terjadi melalui pembaharuan akal budi (Roma 12:1-2).  Bukankah “peperangan” itu terjadi setiap hari dalam akal budi atau alam pikir kita. Tuhan Yesus mengingatkan, bahwa roh kita memang penurut tetapi daging lemah (Matius 26:41).

Refleksi
Sudahkah aku menyerahkan diriku secara total sebagai persembahan yang berkenan kepadaNya dan mengijinkan hidupku diperbaharui secara terus menerus (Kolose 3:10) ?

Tekad
Aku mau berubah menjadi semakin seperti Kristus dari hari ke hari.

Tindakan
Berpikir dan bertindak dengan senantiasa memohon pimpinan RohNya (Roma 8:14) sebagai wujud penyerahan hidupku secara total kepadaNya.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«