suplemenGKI.com

Yakobus 3:13

Kelemahlembutan Modal Hidup Bijak

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

Pada jaman sekarang dimana teknologi dan informasi berkembang sangat pesat, kehidupan anak-anak Tuhan menjadi sangat komplek, khususnya dalam menghadapi pengaruh-pengaruh dunia. Sehingga sebagai orang Kristen kita harus terus menguji diri, prinsip-prinsip dan nilai-nilai siapakah yang kita anut untuk hidup dengan bijak. Jangan-jangan kita menganut hikmat dunia dan mengaku diri bijak dan berbudi sebagaimana umat Tuhan pada jaman Yakobus.

  1. Orang Kristen seharusnya menyatakan imannya  melalui hidup yang bijak dan berbudi.  Menurut Anda, bagaimanakah sikap/cara hidup yang bijak dan berbudi itu?
  2. Yakobus menasihati orang Kristen untuk menunjukkan perbuatan yang sesuai dengan hikmat Tuhan.  Hal itu hanya mungkin dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kelemahlembutan. Menurut Anda, orang yang bagaimanakah yang dapat dikatakan memiliki kelemahlembutan?

 

RENUNGAN

Yakobus menantang orang-orang percaya pada jamannya yang menyebut diri mereka bijak dan berbudi, namun kesaksian hidup mereka tidaklah mencerminkan hidup seseorang yang bijak dan berbudi menurut hikmat Tuhan. Mereka suka iri hati, mementingkan diri sendiri, memegahkan diri, dan berdusta melawan kebenaran, sehingga hidup mereka diwarnai kekacauan.  Yakobus menegur mereka dan menegaskan bahwa cara hidup yang sedang mereka lakukan itu adalah cara hidup yang tidak benar dan menuruti hikmat dunia yang didorong oleh nafsu manusia. Yakobus kemudian menasihati mereka untuk berbalik dan mencari hikmat Tuhan sebagai penuntun hidup. Orang-orang beriman seharusnya memiliki cara hidup yang baik, dimana perbuatan-perbuatan yang baik dinyatakan,  menurut hikmat yang dari atas. Hikmat itu timbul oleh adanya hati yang lemah lembut. Yakobus mengingatkan mereka pada ajaran Tuhan Yesus pada waktu kotbah di bukit yang berbunyi,”Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” (Mat 5:5).

Apakah yang dimaksud dengan lemah lembut?

Lemah lembut adalah sikap yang mau tunduk pada kehendak Tuhan dengan penuh kerendahan  hati, bersikap terbuka terhadap firman Tuhan, sekalipun terasa sangat berat dan sulit untuk dilakukan atau tidak enak dan tidak menyenangkan. Lemah lembut bukanlah mengenai gaya bicara yang halus dan lembut. Kalau ada seseorang yang berkata-kata dengan suara lembut, namun kata-katanya menghina, menyindir, mengata-ngatai atau menggosipin orang lain, maka itu bukanlah lemah lembut. Sebaliknya jika seseorang berkata-kata dengan suara yang tegas dan keras, namun kata-katanya berisi pujian dan penghargaan kepada orang lain, sekalipun orang itu satu saat pernah menjengkelkan dan menyakitinya maka dia adalah seorang yang lemah lembut . Orang  juga sering menyalahartikan  lemah lembut dengan orang yang bersikap sopan santun, lembut atau lemah gemulai gerakannya . Padahal belum tentu orang yang bersikap demikian adalah orang yang lemah lembut. Oleh karena orang disebut lemah lembut tergantung pada bagaimana dia berespon terhadap firman Tuhan, apakah mau menghargai , menuruti dan menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidupnya.

Jika kita ingin memiliki cara hidup yang sesuai dengan hikmat Tuhan, maka pertama-tama milikilah hati yang lemah lembut dan teruslah bertumbuh dalam karakter lemah lembut.  Mau tidak mau, perwujudan iman kita adalah melalui sikap dan karakter kita yang bisa dilihat orang sesuai dengan firman Tuhan.  

 

Hati yang lemah lembut akan membawa kita hidup dengan bijak sesuai hikmat Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*