suplemenGKI.com
Alkitab

Alkitab

Matius 22:34-46

Kasih Yang Utuh

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

Perikop ini terjadi setelah orang-orang Saduki datang kepada Yesus untuk bertanya tentang kebangkitan orang mati.  Jawaban Yesus tidak memuaskan (= tidak sesuai dengan keinginan dan pikiran) orang-orang Saduki dan para pemimpin agama Yahudi yang lain, termasuk orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.  Lalu mereka bertanya hal yang lain, yaitu tentang hukum mana yang terutama dalam hukum Taurat?  Sebab dalam hukum Taurat banyak aturan yang harus dipatuhi agar berkenan kepada Allah.

  1. Ketika orang-orang Farisi datang kepada Yesus dan bertanya tentang hukum mana yang terutama dalam hukum Taurat, sebenarnya apa motivasinya?  Apakah benar-benar memiliki kerinduan ingin tahu?  Apakah mereka memiliki tujuan yang benar? (ay.35)
  2. Apa jawaban Yesus atas pertanyaan itu? (ayat 37-39)  Apa arti penjelasan Tuhan Yesus kepada orang-orang Farisi itu?
  3. Kepada siapakah kita mengasihi?

RENUNGAN

Pada umumnya orang-orang Yahudi terutama ahli Taurat dan orang-orang Farisi menghayati hukum Taurat itu berisi 613 perintah dalam hidup sehari-hari dengan perincian: 248 perintahyang bersifat positif dan 365 perintah yang bersifat larangan.  Dengan 613 hukum atau perintah tersebut mereka mencoba mengatur kehidupan yang bersifat vertikal dan horizontal, yaitu bagaimana seharusnya mereka bersikap kepada Allah dan kepada sesamanya.  Pada bagian ini, mereka mempersoalkan hukum yang manakah yang paling utama.  Lalu mereka bertanya kepada Yesus dengan maksud untuk mencobai-Nya sekaligus memang akan memperoleh jawaban.  Namun motivasi mereka yang sebenarnya adalah hendak mencobai Yesus bukan benar-benar karena kerinduan ingin mengetahui jawabannya.

Apapun motivasi orang-orang Farisi ketika datang kepada Yesus, jawaban Yesus sebenarnya tidak hanya memaparkan kebenaran, tetapi juga menelanjangi kehidupan mereka.  Tepat sekali jawaban Yesus atas pertanyaan yang diajukan orang-orang Farisi.  Bahwa inti hukum Taurat ialah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia.  Kasih adalah dasar yang sejati dari kepercayaan (agama), artinya kunci dari kehidupan yang seluruhnya merupakan ibadah bagi Allah dan menghasilkan sikap sehari-hari yang menciptakan kehidupan yang damai bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar.  Kasih kepada Allah membuat orang tidak ingin menyakiti Allah dengan dosa-dosanya.  Dan kasih kepada sesama seperti mengasihi diri sendiri membuat orang selalu ingin memperhatikan, menolong, berbagi, tidak ingin menyakiti sesamanya dan mau menjaga kekudusan hidup sesamanya.

Yesus mengajarkan bahwa kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap totalitas kehidupan (ay.37), artinya kita belajar untuk tidak mengorupsi bagi kesenangan, kepentingan, dan keuntungan diri sendiri.  Ketika kita tidak bersedia belajar sungguh-sungguh menyatakan kasih kepada Allah, sesungguhnya kita telah gagal mengasihi, karena Allah menuntut kasih sepenuh hati.  Oleh karena itu mengasihi sesama juga sebagai wujud kasih kita kepada Tuhan, seharusnya dinyatakan dengan sepenuh hati (ay.39).  Prinsipnya, sesungguhnya tidak dapat dipisahkan antara mengasihi Tuhan dan sesama.  Mengasihi Allah seharusnya dibarengi dengan kasih kepada sesama.  Itulah kasih yang utuh.   Bagaimana kasih kita hari ini?  Adakah kita masih memiliki hati untuk mengasihi sesama (suami, anak, kakak, adik, orangtua, teman) dengan hati yang tulus disaat kita mengaku mengasihi Tuhan?  Mari kita renungkan!

Kasihilah Tuhan dan sesama dengan segenap hati. 

Itulah kasih yang utuh yang Tuhan ajarkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«