suplemenGKI.com

SABTU, 22 MARET 2014

21/03/2014

Roma 5:6-11

SYARAT DAN KETENTUAN TIDAK BERLAKU

 

Pengantar
Bacaan firman Tuhan hari ini adalah kelanjutan dari bacaan kemarin.  Kemarin Paulus menunjukkan bahwa kita bukan orang benar tetapi orang yang dibenarkan dalam Yesus Kristus.  Hari ini  kita belajar dari rasul Paulus untuk lebih memahami bagaimana kasih karunia Allah yang besar bisa terjadi dalam hidup kita.

Pemahaman

  • Bagaimana pendamaian antara Allah dengan manusia terwujud sehingga kita bisa mendapatkan kasih karunia-Nya?  (ayat 6-8)
  • Bagaimana hidup kita selanjutnya setelah menerima kasih karunia-Nya?  (ayat 9-11)

Untuk mendapatkan hadiah atau bonus biasanya ada syarat dan ketentuan yang berlaku.  Syarat dan ketentuan itu menjadi acuan layak tidaknya seseorang mendapatkan hadiah yang disediakan.  Oleh sebab itu, akan menjadi aneh dan tanda tanya jika seseorang yang tidak masuk dalam katagori syarat dan ketentuan justru mendapatkan hadiah.  

Firman Tuhan hari ini (ay. 6-8) mengingatkan kita bahwa kasih Allah yang begitu agung untuk kita tidak memakai ‘syarat dan ketentuan’, sebab Kristus telah mati untuk kita pada saat kita masih berdosa.  Dia rela mengorbankan diri-Nya sendiri pada saat kita masih menjadi ‘musuh’ Allah.  Sebagai orang berdosa kita tidak layak menerima hadiah keselamatan.  Tetapi Allah sendiri yang merancangkan pendamaian diri-Nya dengan manusia, melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Karena kasih-Nya kita menjadi begitu ‘berharga dan istimewa’ yang telah ditebus dengan darah Anak-Nya.  Karena penebusan maka hubungan kita dengan Allah sudah dipulihkan dan kita beroleh pembenaran karena iman kepada Yesus Kristus.  Sebagai kesudahan janji-Nya adalah setiap orang percaya mempunyai jaminan akan keselamatan kekal (ay. 9 -11).

Refleksi
Marilah berdiam diri sejenak, tanpa orang lain tahu.  Dalam keheningan, mari kita koreksi diri sendiri: apa saja kebiasaan buruk yang ada dalam diri kita yang akhirnya mudah sekali membawa kita jatuh dalam dosa?  Mari ingat kembali, sebenarnya kita sangat tidak layak beroleh belas kasihan Tuhan.  Betapa sedih ternyata kita lebih sering menempatkan diri sebagai ‘musuh’ Allah.  Namun demikian, apa yang sudah  Allah kerjakan bagi kita melalui Yesus Kristus?  Hadiah pengampunan, keselamatan dan damai sejahtera Dia berikan untuk kita.  Lalu apa respon kita untuk semua ini?  Siapkan diri kita untuk memulai hidup baru sebagai orang yang sudah diperdamaikan dengan Allah.  Mari mengambil posisi sebagai ‘sahabat’ Allah dan berjalan sesuai dengan kehendak-Nya.  Ketika kita mengerti bahwa ‘syarat dan ketentuan tidak berlaku’ bagaimana kita memaknai hadiah ini? 

Tekadku
Tuhan meski aku tidak layak menerima hadiah-Mu, namun hadiah keselamatan itu tetap Engkau berikan kepadaku.  Terima kasih Tuhan dan tolonglah aku untuk mengingat selalu bahwa hadiah agung telah aku terima.

Tindakanku
Sebagai ungkapan syukur atas hadiah keselamatan dan pendamaian dengan Allah hari ini akan kutemui: …………………. untuk berdamai dengannya karena kesalahan masa lalu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«