suplemenGKI.com

Sabtu, 22 Juni 2019

21/06/2019

IMAN YANG MENYEMBUHKAN

Matius 9:27-31

 

Pengantar
Selama kita hidup di dunia ini, akan selalu mungkin mengalami masalah. Ada masalah yang mudah dihadapi tapi juga ada masalah yang memberi kesesakan berkepanjangan. Apakah yang perlu kita lakukan bila masalah menghimpit kehidupan? Marilah kita merenungkannya. 

Pemahaman

  • Ayat 27-28: Apakah yang ditanyakan YESUS pada orang buta yang memohon belas kasih-Nya?
  • Ayat 29      : Apakah yang membuat orang buta itu bisa disembuhkan?
  • Ayat 30-31: Apakah yang dilakukan orang buta  itu setelah dia disembuhkan YESUS?

Dua orang buta mendekat kepada YESUS dengan sebuah permintaan sederhana, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud” (Mat 9:27). Dengan mata iman mereka mengenali YESUS bukan sekadar sebagai seorang rabbi biasa, namun sebagai Mesias – seorang pewaris takhta Daud – Dia Yang Diurapi –  yang telah datang untuk menggenapi janji ALLAH kepada umat-Nya. Memang “Anak Daud” adalah sebuah gelar Mesianis! “Anak Daud” sama artinya dengan “Dia yang akan datang, Dia yang dijanjikan para nabi”. Kebutaan fisik kedua orang itu tidak memampukan mereka untuk melihat YESUS, namun mereka percaya kepada-Nya. Mereka berseru-seru kepada Yesus karena mereka tahu YESUS dapat menganugerahkan kepada mereka sesuatu yang tak dapat ditolak – kesembuhan dan suatu hidup baru.

Sebelum melakukan mukjizat-Nya, YESUS masih bertanya, “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” (Mat 9:28). Yesus menanyakan apakah kedua orang buta itu memiliki iman, karena Dia ingin memurnikan iman mereka. Dia membimbing mereka bergerak dari posisi ‘memikirkan diri sendiri’ ke posisi ‘memusatkan pikiran pada pribadi YESUS’. Mukjizat yang akan dilakukan-Nya bukanlah sesuatu yang bersifat otomatis dan magic, melainkan membutuhkan iman. “Ya TUHAN, kami percaya” (Mat 9:28),  itulah jawaban mereka. Sebagai tanggapan terhadap iman mereka, YESUS menunjukkan kepada mereka  kedalaman cinta kasih ALLAH. YESUS tidak saja menyembuhkan kebutaan fisik kedua orang itu, Dia juga memulihkan kebutaan spiritual mereka.  Dua orang buta itu menghargai apa yang telah dilakukan YESUS atas diri mereka. Dari bacaan Injil ini pun kita percaya bahwa dua orang buta yang disembuhkan itu, dengan dua mata yang terbuka lebar mengenali siapa YESUS sebenarnya, kemudian merangkul Dia sebagai Juruselamat mereka. Meskipun dengan tegas dilarang oleh YESUS, mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu ( Mat 9:31).

Nah, YESUS ingin sekali agar kita semua mendekat kepada-Nya dengan penuh kepercayaan seperti ditunjukkan oleh kedua orang buta yang disembuhkan-Nya itu, yaitu mohon belas kasihan dan rahmat-Nya. Ingatlah Kitab suci mempersaksikan tentang hadirnya ALLAH yang peduli dan berbelas kasih bagi orang-orang yang lemah yang mau mendekat kepada-Nya.

Ketika masalah datang, biasanya orang berkonsentrasi untuk melihat masalah. Tapi YESUS meminta kita untuk berkonsentrasi memandang TUHAN yang kuasa-Nya jauh mengatasi masalah.  Hidup beriman kepada TUHAN berarti selalu percaya bahwa TUHAN selalu lebih besar daripada apa pun.  Maka apa pun  persoalan yang melanda hidup kita, janganlah mudah putus asa. Masalah tidak boleh membuat kita kalah tapi justru membuat kita makin memandang TUHAN, makin mempercayakan hidup untuk dikuasai oleh TUHAN yang penuh belas kasih.

Refleksi
Setelah sekian lama menjadi pengikut KRISTUS, apakah iman Anda menguatkan Anda untuk menghadapi persoalan hidup? Apakah Anda selalu rindu makin mendekat kepada TUHAN? Apakah Anda selalu percaya bahwa TUHAN sedang berkarya baik untuk hidup Anda?

Tekadku
Ya TUHAN, berikanlah aku kemampuan untuk selalu tunduk dan berserah dalam karya kasih dan kuasa-Mu.

Tindakanku
Aku akan selalu tekun berdoa mempercayakan hidupku kepada TUHAN baik saat senang maupun susah

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«