suplemenGKI.com

Matius 5:38-48

 

Mengasihi Musuh

 

Pengantar
Mengasihi orang yang mengasihi kita adalah hal yang biasa dan mudah dilakukan,karena siapa saja dapat melakukan hal tersebut. Namun mengasihi orang yang merugikan  atau menyakitkan bahkan memusuhi kita bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Tuhan Yesus ingin mengajarkan dan memberikan pemahaman yang berbeda tentang sesama manusia.

Pemahaman
Ay 38-39, Hukum apa yang terdapat di kitab Taurat ?
Ay 40-42, Apa yang Tuhan Yesus ajarkan ketika berhadapan dengan orang-orang yg jahat
Ay 43-48, Apa yang seharusnya menjadi pembeda antara orang-orang yang mengenal Allah dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah?

Dalam kitab Taurat, bangsa Israel diajarkan untuk hidup berkeadilan satu dengan yang lain dan jangan merugikan orang lain. Kalau ada orang yang telah berbuat sesuatu dan merugikan orang lain, orang tersebut harus menggantinya, kalau yang dirugikan mata, maka diganti mata, kalau yang dirugikan gigi maka harus diganti gigi pula, demikian  juga kalau yang dirugikan nyawa maka juga harus diganti dengan nyawa orang yang telah membunuhnya tersebut.

Namun Tuhan Yesus memberikan ajaran yang berbeda, dengan cara: jangan berbuat jahat terhadap orang yang telah berbuat jahat kepada kita. Tuhan Yesus juga mengajarkan kalau orang meminta bajumu, berikanjuga jubahmu dan jangan menolak memberikan pinjaman pada orang lain.

Tuhan Yesus ingin orang-orang yang telah mengenal Allah hidup sesuai dengan karakter Allah, bukan sesuai dengan tuntutan dunia ini. Maka kalau ada orang yang berbuat jahat atau memusuhi kita maka kita harus mengasihi mereka dan berdoa bagi mereka. Pengajaran yang demikian, sulit didapatkan pada jaman itu, karena mereka semua mempunyai kebiasaan untuk balas dendam dan memperjuangkan keadilan saja tanpa kasih.

Orang-orang yang tidak mengenal Allah memiliki pola pikir: kalau dia mengasihi saya maka saya mengasihi dia, kalau dia merugikan saya maka saya akan menuntut keadilan darinya.

Tuhan Yesus ingin pengikutNya memiliki pola pikir Allah yang mengasihi semua orang, dan hidup semakin hari semakin serupa dengan Kristus. Hidup yang berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah, berani hidup berbeda dengan orang dunia, bahkan berani mengasihi musuhnya. Orang yang mengasihi musuhnya dan berdoa bagi musuhnya, sesungguhnya orang tersebut tidak pernah mempunyai musuh dalam hidupnya.

Refleksi
Renungkan sejenak, apakah saya punya musuh? Sudahkah saya mendoakan musuh saya? Bersyukurlah kalau anda tidak mempunyai musuh dalam hidup ini.

Tekad
Tuhan Yesus, ajarkan saya berani mengasihi orang yang tidak mengasihi saya, dan mendoakan dia/mereka dalam hidup saya. Amin.

Tindakan
Saya akan pilih satu orang yang tidak saya sukai dalam hidup ini dan mulai hari ini saya akan mendoakan dia, supaya diberkati oleh Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*