suplemenGKI.com

Lukas 1 : 39-45

Pergumulan Dilalui Dalam Kebersamaan

PENGANTAR
Dalam perspektif perempuan, Maria dan Elisabet adalah orang-orang yang yang kehidupannya penuh dengan pergumulan. Elisabet adalah orang yang tergolong kena “aib” karena tidak memiliki anak. Dalam budaya Yahudi, pernikahan yang tidak dianugerahi anak, dianggap sebagai pernikahan yang tidak diberkati. Sedangkan Maria lebih runyam lagi. Ia diberitahu oleh Malaikat Gabriel akan melahirkan seorang putra sebelum ia menjadi istri Yusuf. Dan itu merupakan sebuah “aib” yang besar. Dengan demikian kedua perempuan ini sama-sama memiliki pergumulan yang besar. Lalu bagaimana mereka menghadapinya ?

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana Maria mengatasi pergumulannya ? ( ayt 39-40 )
  2. Bagaimana sambutan dan respoon Elisabet terhadap Maria ? ( ayt 41-45 )
  3. Apa yang menjadi rahasia mereka dalam menghadapi pergumulan sehingga mereka tetap kuat ?

Kesediaan Maria menerima anugerah Allah, bukan berarti Maria terbebas dari persoalan hidup. Namun, Maria sadar bahwa ada persoalan baru yang akan dihadapinya, yakni persoalan dengan tunangannya Yusuf dan masyarakat Yahudi. Kitapun akan setuju bahwa persoalan yang dihadapi Maria bukanlah persoalan yang mudah. Namun Maria menghadapi persoalan yang berat tersebut dengan penuh kepasrahan kepada Tuhan. Maria sadar bahwa ia mengandung dari Roh Kudus, maka didalam kepasrahan Maria kepada Tuhan terkandung kepercayaan kepada Tuhan bahwa Tuhanlah yang akan menolong keluar dari persoalan. Berikutnya adalah bahwa dalam perkunjungan Maria ke rumah Elisabet, Maria mendapat sambutan yang hangat. Bahkan kata-kata Elisabet kepada Maria memberi kekuatan, seperti : “ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang didalam rahimnya” ( ayt 41 ), “Diberkatilah engkau diantara semua perempuan” (42 ), “ibu Tuhanku datang mengunjungi aku” ( 43 ). Semua kata-kata Elisabet memberi kekuatan kepada Maria. Dan setiap kata-kata Elisabet adalah kata-kata yang digerakkan oleh Tuhan, agar Maria beroleh kekuatan.

Bagi Elisabet kedatangan Maria juga memberi kekuatan tersendiri. Paling tidak kunjungan Maria bukan sekedar kunjungan kerabat, tetapi merupakan dukungan terhadap dirinya. Mereka menangis bersama, tertawa bersama, berdoa bersama dan saling menguatkan satu sama lain, saling berbagi pengalaman dan penderitaan. Dari kebersamaan itulah mereka mendapat kekuatan. Alangkah indahnya, jika kita menghadapi persoalan yang berat kita mencontoh Maria dan Elisabet. Amin.

REFLEKSI
Renungkanlah : apakah anda merasa bahwa persoalan dan beban hidup begitu berat. Kepada siapa anda bercerita ? bagaimana perasaan anda setelah bercerita ?

TEKADKU
Ya Tuhan, Engkau adalah Allah yang peduli terhadap setiap persoalanku, kini aku berserah kepada-Mu.

TINDAKANKU
Saya akan menceritakan pengalamanku di tolong Tuhan dalam menghadapi persoalan kepada orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*