suplemenGKI.com

Sabtu, 22 April 2017

21/04/2017

Yohanes 20:30-31

MEMBERITAKAN INJIL SEPENUH HATI

PENGANTAR
Ada banyak cara untuk memberitakan Injil. Namun, juga ada banyak hal yang membuat seseorang sulit menerima berita Injil. Meski sudah diberitakan dengan sangat jelas, bahkan disertai dengan tanda-tanda/ mukjizat yang lengkap, tidak selalu Injil diterima dengan mudah. Yohanes yang menulis Injil bagi orang-orang Yahudi dan bagi orang-orang asing yang beragama Yahudi, sangat memahami keadaan ini. Ia pun menuliskan Injil-nya dengan penuh kesabaran dan ketelitian. Cara Yohanes menuliskan Injil-nya menunjukkan kesungguhan hatinya. Kesungguhan hati ini didorong oleh keinginan yang tulus agar semua pembacanya mengenal dan mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Allah mereka.

PEMAHAMAN

  • Dalam Injil yang ditulisnya ini, Yohanes menyebutkan mukjizat-mukjizat yang telah dilakukan oleh Yesus di depan para murid-Nya. Mukjizat apa sajakah itu? Lihat: Yoh. 2:1-11; 4:46-54; 5:1-9; 6:1-14; 6:16-21; 9:1-7; dan 11:1-44. Apa yang dapat kita pelajari dari cara Yohanes menceritakan mukjizat-mukjizat tersebut? Apa tujuan Yohanes menuliskan mukjizat-mukjizat tersebut?
  • Yohanes menyebutkan tujuannya menulis Injil dan menempatkannya sebagai kesimpulan, menyusul catatannya mengenai pengakuan iman Tomas (ay. 26). Dengan cara ini, menurut Anda, apa yang hendak disampaikan oleh Yohanes kepada para pembacanya?

Dalam Injil yang ditulisnya, Yohanes mencatat dan mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus di depan para murid-Nya: mengubah air menjadi anggur (2:1-11), menyembuhkan seorang anak yang hampir mati (4:46-54), menyembuhkan seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun sakit (5:1-9), memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan (6:1-14), berjalan di atas air (6:16-21), memelekkan mata orang yang buta sejak lahirnya (9:1-7), dan membangkitkan Lazarus yang sudah mati (11:1-44). Secara keseluruhan, mukjizat yang ditulis Yohanes berjumlah tujuh (angka yang sempurna bagi orang Yahudi) dan berpuncak pada bangkitnya Lazarus dari kematian. Semua ini seharusnya cukup untuk membuat para pembaca Injil Yohanes percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah.

Yohanes menyebutkan tujuan Injil yang ditulisnya segera setelah pengakuan Tomas, “Ya Tuhanku dan Allahku” (ay. 26). Dengan cara ini, Yohanes ingin menunjukkan contoh yang jelas mengenai apa yang diharapkan dari pembacanya. Yohanes berharap bahwa semua orang yang membaca Injil yang ditulisnya juga akan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Allah mereka. Tentu saja, dengan sepenuh hati, dan tidak ragu-ragu lagi.

REFLEKSI
Yohanes memberitakan Injil dengan sepenuh hati karena ia rindu agar setiap orang yang membaca Injilnya akan mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Allahnya dan mendapat keselamatan di dalam nama-Nya. Bagaimana dengan Anda?

TEKADKU
Ya Tuhan, aku akan lebih bersungguh-sungguh memberitakan Injil-Mu.  Pakailah aku menjadi saksi-Mu sehingga orang-orang di sekitarku mengenal dan mengakui Engkau sebagai Tuhan dan Allah mereka.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini aku akan berdoa bagai seseorang yang selama ini aku kenal sebagai orang yang telah berupaya memberitakan Injil dengan sungguh-sungguh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*