suplemenGKI.com

Sabtu, 21Mei 2016.

20/05/2016

Yohanes 16:1-4a.

 

Akan Datang Masa Sulit, Bersiaplah

Pengantar:

Tidak banyak orang yang cukup peduli dengan situasi dan kondisi yang belum terjadi dalam hidupnya. Orang lebih peduli dengan keadaannya sekarang, bahkan berpikir “hadapilah hari ini, masa datang bairlah menjadi urusan yang akan datang” Pemikiran demikian sesungguhnya tidak benar, karena akan berdampak pada ketidaksiapan menghadapi hari esok. Terutama dalam kaitan dengan hidup beriman. Ketika orang berpikir hanya fokus pada hari ini, maka ia akan mengabaikan relasi imannya dengan Tuhan.

 

Pemahaman:

1)      Apakah sesungguhnya tujuan Yesus mengatakan segala sesuatu yang dialami oleh murid-murid ketika Dia tidak lagi bersama-sama dengan mereka? (v.1, 4a)

2)      Apakah yang akan terjadi dalam pelayanan murid-murid di masa datang? (v. 2-3)

 

Sejak Yesus memanggil murid-murid untuk menjadi pengikut-Nya, bisa dikatakan

mereka sangat menikmati kebersamaan dengan Yesus. Mereka menikmati pengajaran Yesus, menyaksikan setiap karya yang Yesus lakukan, termasuk mujizat-mujizat yang Yesus buat. Itu sebabnya mereka sangat menaruh harapan kepada Yesus. Murid-murid sangat yakin bahwa kelak Yesuslah yang akan membebaskan mereka dari belenggu kekuasaan politik Romawi. Yesus tidak ingin murid-murid terlena dengan kenyamanan bersama dengan-Nya, maka Dia harus memberitahukan apa yang akan mereka alami ketika Yesus tidak lagi bersama dengan mereka, agar mereka tidak menjadi terkejut, kecewa dan menolak Yesus.

Secara singkat di ayat 2-3 Yesus mengatakan dengan gamblang bahwa murid-murid yang akan melanjutkan karya pemberitaan Injil akan mengalami: dikucilkan oleh orang-orrang yang menentang ajaran Yesus. Bahkan lebih dalam Yesus mengatakan bahwa murid-murid akan mengalami aniaya. Kata yang Yesus pakai adalah “membunuh” Hal itu menunjukkan bahwa situasi sulit, berat dan sampai pada tindakkan membunuh pengikut atau murid-murid Yesus itu benar-benar akan mereka alami. Bagi orang-2 tidak percaya tindakkan penganiayaan dipandang sebagai perbuatan yang berbakti kepada Allah. Tetapi sesungguhnya perbuatan itu adalah dampak karena mereka tidak mengenal kebenaran di dalam Kristus.

Apa yang Yesus sampaikan kepada murid-murid itu mengingatkan kita bahwa untuk mempertahan dan memberitakan Iman kita di dalam Yesus Kristus kepada dunia akan selalu berhadapan dengan tantangan dan himpitan, untuk itu kita tidak perlu terkejut, karena itu penting bagi kita terus mempersiapkan diri melalui memahami dengan benar  firman Tuhan.

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak, apakah selama ini kita menikmati hidup di dalam naungan kasih Tuhan? Namun jangan lupa, akan datang saatnya kita akan mengalami tantangan dan himpitan karena mempertahankan iman kita kepada Tuhan Yesus. Siapkah kita?

Tekad:
Tetap berjuang menyatakan iman kepada Tuhan Yesus walaupun dunia menekan kita.

Tindakkan:
Selalu siap sedia untuk menghadapi situasi yang sulit dalam hidup, dengan tetap menyatakan iman kepada Kristus yang telah menyelamatkan kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«