suplemenGKI.com

MENGELOLA BERKAT TUHAN DENGAN TANGGUNG JAWAB

Lukas 16:1-9

 

Pengantar
Jika kita memiliki putra atau putri yang masih duduk di bangku sekolah, kita akan memberikan uang saku untuknya dan memberikan pesan agar uang itu dipergunakan sebagaimana seharusnya. Namun bila uang itu dipergunakan dengan kurang tepat, maka kita akan meminta penjelasan dari anak-anak kita. Ilustrasi ini menggambarkan betapa pentingnya mengelola berkat yang diberikan kepada kita. Jika kita salah dalam menggunakannya, maka itu artinya kita kurang bertanggung jawab dengan pemberian Tuhan. Bacaan hari ini mengingatkan kepada kita betapa pentingnya mengelola berkat Tuhan dengan jujur dan bertanggung jawab di hadapan-Nya.

Pemahaman

  • Ayat 1-7         : Dalam perumpamaan ini, strategi apakah yang dilakukan oleh bendahara untuk menutupi kelicikannya?
  • Ayat 8             : Bagaimanakah respon tuannya dengan terhadap apa yang dilakukan oleh bendahara itu?
  • Ayat 9             : Pesan apakah yang Yesus berikan melalui perumpamaan ini?

Bendahara dalam perumpamaan ini melakukan suatu tindakan, yaitu menghamburkan uang milik tuannya (ayat 1). Apa yang ia lakukan ternyata didengar oleh tuannya. Dengan bijak, sang tuan bertanya tentang kebenaran dari perkara yang didengarnya (ayat 2). Meskipun sang tuan telah bertanya dengan bijak, bendahara itu pun mengalami kecemasan dan kekhawatiran karena terancam dipecat dari jabatannya (ayat 3). Tampaknya ia sangat mencintai jabatan yang diberikan kepadanya, sehingga ia tidak rela jika jabatannya sebagai bendahara terancam. Oleh karena itu, ia berusaha mengatur strategi sedemikian rupa agar ia tidak terlihat buruk di depan tuannya. Ia pun mulai memanggil orang-orang yang berhutang kepada tuannya, kemudian mengurangi jumlah hutang mereka, dengan harapan suatu saat nanti mereka dapat menolongnya jika ia dipecat dari pekerjaannya (ayat 4-7).

Sang tuan pun mengetahui apa yang dilakukan oleh bendahara itu dan memuji karena kecerdikannya yang mempersiapkan kehidupannya kelak setelah ia dipecat nantinya (ayat 8). Ia telah menjalin persahabatan dengan banyak orang. Melalui perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur ini, Yesus memberikan pesan bahwa semua harta dunia yang kita miliki bersifat sementara. Namun kita harus tetap mengelolanya dengan bertanggung jawab di hadapan-Nya. Bahkan kita juga mengelolanya dengan berbagi kepada sesama.

Refleksi
Apakah berkat yang Tuhan berikan sudah saudara kelola dengan baik atau justru berkat itu dihamburkan demi kepuasan diri sendiri? Apakah dengan berkat yang saudara terima, telah digunakan untuk berbagi kasih kepada sesama atau justru lebih mementingkan diri sendiri? 

Tekad
Ya Tuhan, ampuni bila selama ini aku tidak bertanggungjawab dalam mengelola berkat yang Kau berikan. Ajarku untuk berhikmat dalam mengelola berkat-Mu dan mampukanku untuk berbagi dengan sesama.

Tindakan
Hari ini aku akan belajar untuk mengelola berkat yang Tuhan berikan secara bertanggung jawab dengan menabung bagi keluargaku dan pelayanan kasih kepada sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*