suplemenGKI.com

Lukas 16:1-9.

 

Kecerdikan Dalam Mengelola Berkat Tuhan

 

Pengantar:
Di Kebudayaan Yahudi pada zaman itu, seorang kaya bisa mempercayakan uangnya kepada bendahara atau manager untuk dikembangkan. Bendahara itulah yang bertanggungjawab mengelola dan menentukan besaran pinjaman kepada debitur demikian bunga pinjamannya. Dengan demikian, jika terjadi kerugian atau uangnya tidak kembali maka bendahara itulah yang harus bertanggungjawab, sebaliknya kalau ia berhasil maka dia mendapat keuntungan  atas jasa mengelola uang majikannya. Dalam perumpamaan ini sipemilik modal mengetahui bahwa bendaharanya telah menghambur-hamburkan uangnya atau telah rugi dalam mengelola uangnya. Bendahara pun dipanggil untuk mempertanggungjawabkan kerugian itu. Sebagai konsekuensinya dia akan dipecat oleh majikan karena kerugian itu.

Pemahaman:

  • Langkah apa yang dilakukan oleh bendahara agar ia terhindar dari konsekueksi? (v5-7)
  • Apa yang menjadi alasan tuan/majikan memuji langkah yang dilakukan bendahara itu?

Strategi yang dilakukan bendahara adalah dengan cerdik ia mengambil hati orang-2 yang berhutang kepada majikannya, dengan mengurangi jumlah hutang orang-2 tersebut (5-7) Dengan mengurangi hutang para debitur itu maka dia akhirnya dapat mengembalikan apa yang menjadi tanggungjawabnya kepada pemilik modal. Konkritnya si bendahara melakukan pengurangan jumlah bunga pinjaman para debitur tersebut walaupun dia tidak mendapat komisi. Dampak dari apa yang dilakukannya selain dapat mengembalikan uang pemilik modal, ia juga telah menyelamatkan kariernya, sekaligus menanam budi kepada para debitur. Itulah yang menjadi alasan ia kemudian dipuji oleh pemilik modal. Dari perumpamaan Yesus ini kita belajar dari bendahara itu bagaimana ia memikirkan karier, masa depannya dan kepentingan orang lain dengan cerdik, walaupun ia pernah berbuat kesalahan, tetapi ia segera memperbaikinya. Namun nilai yang paling indah dari perumpamaan itu adalah menggambarkan posisi kita sebagai Kristen dalam hubungan dengan harta. Tak satu pun harta yang ada pada kita dalam hidup ini adalah milik kita, kita hanya dipercayai untuk mengelolanya demi kemuliaan Tuhan. Suatu saat kita akan meninggalkan semuanya. Karena itu ketika diberi kesempatan untuk mengelola mamon, pergunakanlah untuk membangun persahabatan yang bernilai kekal. Uang bukanlah sekedar untuk kepuasan, foya-foya, kesenangan atau kebanggaan melainkan untuk membangun relasi, mempedulikan orang lain.

Refleksi:
Belajar dari bendahara dalam perumpamaan Tuhan Yesus, kitapun seharusnya cerdik dalam mengelola keuangan. Kecerdikan itu bisa berwujud dengan menjalin persahabatan melalui uang yang kita miliki, menolong orang lain dan memakainya dengan bertanggungjawab.

Tekad:
Tuhan tolonglah agar aku lebih bijaksana, cerdik dan bertangungjawab mengelola berkat uang yang Engkau percayakan padaku, agar aku tidak diperbudak oleh uang.

Tindakan:
Mulai sekarang aku mau menyalurkan berkat uang yang dipercayakan padaku kepada orang-orang yang membutuhkan sehingga terjalin persahabatan dengan mereka berdasarkan kasih.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*