suplemenGKI.com

SAUDARAKU

Matius 12:46-50

 

Pengantar
                Setiap makhluk hidup pasti punya lingkungan sosialnya, demikian juga setiap manusia pasti punya lingkungan sosial masing-masing. Lingkungan sosial dapat terbentuk karena tempat tinggal kita, tempat kerja kita, tempat nongkrong kita, tempat hoby kita. Di tempat di mana kita berada, maka kita akan berusaha untuk dapat menyesuaikan diri dengan baik, entah itu menerima orang lain maupun diterima oleh orang lain. Kita akan semakin senang kalau lingkungan sosial kita dapat menerima kita bahkan menganggap kita menjadi bagian dalam keluarganya. Bagaimana Tuhan Yesus berbicara tentang siapa itu saudara-Nya dan ibu-Nya? 

Pemahaman
Ayat 46-47           : Apa yang terjadi pada waktu Yesus berbicara dengan orang banyak?
Ayat 48-49           : Apa yang Tuhan Yesus nyatakan mengenai saudara?
Ayat 50                 : Apa yang Tuhan Yesus kehendaki untuk murid-murid-Nya perbuat?

                Pada Matius pasal 12 ini, diawali “perseteruan” antara Yesus dengan orang-orang Farisi, mereka menyalahkan Yesus waktu murid-murid-Nya memetik bulir gandum pada hari Sabat. Perseteruan ini bertambah “panas” mana kala Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Perseteruan ini lebih memuncak kala Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan roh setan yang membuat orang itu bisu dan buta. Setelah orang yang bisu dan buta itu disembuhkan oleh Yesus maka mereka dapat berkata-kata dan melihat, sehingga banyak orang yang menjadi takjub dan berkata: “IA ini Anak Daud”. Namun orang-orang Farisi segera memberi pernyataan bahwa Yesus menyembuhkan mereka dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.

Dari beberapa peristiwa di atas, maka kehadiran Yesus selalu ditunggu-tunggu orang banyak, dan kala itu datang juga ibu-Nya bersama-sama dengan saudara-saudara-Nya. Maka ada orang yang berkata kepada Yesus, bahwa keluarga-Nya datang untuk menemui-Nya. Tetapi Yesus justru menjawabnya: “Siapakah ibu-Ku? Dan siapakah saudara-saudara-Ku? Sambil menunjuk kearah murid-murid-Nya Yesus berkata:”Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Disini Yesus menjelaskan  bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya adalah murid-murid-Nya (pengikut-pengikut-Nya). Dan Yesus mempertegas lagi : ”Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku”

Pada bagian ini Yesus menjelaskan bahwa setiap pengikut-Nya adalah orang-orang yang dapat melakukan kehendak Bapa di sorga, dan orang-orang yang dapat melakukan kehendak Bapa-Nya disebut sebagai saudara-saudara-Nya dan ibu-Nya.

Hal ini mengingatkan kepada kita betapa Tuhan Yesus ingin sekali dekat dengan kita bahkan menyebut kita sebagai saudara-Nya,  sebagai orang yang memiliki hubungan keluarga dekat. 

Refleksi
Renungkanlah sedekat apakah hubungan kita ini dengan Tuhan Yesus? Apakah kita pernah mengusahakan untuk memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan Yesus?

Tekadku
Ya Tuhan, sering kali kami mengucapkan kerinduan kami untuk dekat dengan Engkau, namun sesungguhnya kami tidak pernah mengusahakan untuk dekat dengan-Mu, ampunilah kami ya Tuhan dan perbaharuilah hati kami ya Kristus.

Tindakanku
Mengambil waktu untuk mencari cara atau jalan supaya hubunganku dengan Tuhan Yesus semakin dekat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«