suplemenGKI.com

Setia Sampai Mati

Kis 7:54-8:1

Pengantar
Mempercayai Tuhan yang hidup bukanlah hal yang mudah. Apalagi mempertahankan Tuhan dalam kehidupan ini sampai mati ditengah-tengah orang yang tidak percaya Tuhan bukanlah hal yang sepele, namun sebaliknya itu adalah perkara yang sulit, penuh perjuangan dan butuh kesetiaan manusia.

Pemahaman

Ay 54, Apa reaksi dari anggota Mahkamah Agama setelah mendengar kesaksian Stefanus?

Ay 55-56, Apa yang terjadi dalam diri Stefanus dan apa yang ia katakan kepada orang banyak?

Ay 57-58, Apa yang dilakukan oleh orang banyak terhadap Stefanus?

Ay 59-60, Apa reaksi Stefanus terhadap orang yang memusuhinya?

Ps 8:1, Apa yang sedang terjadi terhadap jemaat di Yerusalem?

Stefanus yang penuh dengan Roh Kudus, terus melayani Tuhan dan Tuhan memberikan karunia dan kuasa untuk mengadakan mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Maka semakin banyaklah orang yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Banyak orang Yahudi yang juga tidak menyukai ketenaran dari Stefanus, maka mereka mulai menghasut banyak orang untuk membenci Stefanus dengan dalih mengujat Musa dan Allah. Mereka berani menampilkan saksi-saksi palsu untuk memperberat Stefanus. Maka dibawanyalah Stefanus ke Mahkamah Agama untuk diadili. Lalu Imam Besar memberikan kesempatan Stefanus untuk mengajukan pembelaannya. Maka mulailah Stefanus bersaksi tentang Abraham, Musa, Yosua,Yusuf, Raja Daud, dan Raja Salomo. Dengan keras Stefanus menyatakan bahwa nenek moyang mereka telah keras kepala dan selalu menentang Roh Kudus. Bahkan Stefanus menyatakan bahwa mereka telah menerima Taurat Tuhan namun tidak menurutinya.

Mendengar kesaksian dari Stefanus maka marahlah segenap anggota Mahkamah Agama, dan mereka menyeret Stefanus¬† keluar kota dan dirajam dengan batu. Stefanus bersaksi bahwa ia melihat langit terbuka dan Anak Manusia di sebelah kanan Allah. Waktu Stefanus dilempari batu dia berdoa” Ya Tuhan Yesus terimalah Rohku” dan dengan suara nyaring ia berdoa” Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka”, setelah mengatakan hal ini meninggallah Stefanus.

Stefanus tetap setia walaupun ia difitnah dan dicaci maki dan bahkan dirajam dengan batu. Stefanus yang penuh Roh Kudus, tidak membenci mereka yang telah memfitnahnya sehingga ia akhirnya di hukum rajam dengan batu sampai mati namun malah memintakan pengampunan kepada Tuhan terhadap mereka yang telah berbuat jahat kepadanya.

Kesetian Stefanus sampai mati bukan mematikan Injil Tuhan, namun justru Injil (kabar baik)semakin tersebar dan semakin banyak orang yang menjadi percaya kepada Tuhan.

Refeksi
Ambillah waktu sejenak dan renungkanlah: Seberapakah kita ini setia kepada Tuhan? Apa yang telah kita korbankan kepada Tuhan sebagai wujud kesetiaan kita kepadaNya?

Tekad
Ya, Tuhan, jadikanlah aku setia seperti Engkau yang setia kepadaku. Dan ajarkanlah aku berani berkorban demi namaMu.

Tindakanku
Hari ini saya mau belajar setia kepada Tuhan, dengan melakukan segala sesuatu yang saya pertanggungjawabkan kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*