suplemenGKI.com

Sabtu, 21 Maret 2015

20/03/2015

Tuhan Penyedia Bagiku

Kel 15:22-27

 

Pengantar
Manusia senantiasa berusaha untuk memenuhi segala kebutuhannya, maka kalau kebutuhannya dapat terpenuhi maka ia/mereka merasa nyaman dan tenang. Bagaimanakah kalau kebutuhannya tidak terpenuhi? Ada sebagian dari mereka yang marah dan menuntut orang lain untuk memenuhi kebutuhannya atau menyalahkan orang lain. Bagaimana dengan kondisi bangsa Israel.

 

Pemahaman

Ay 22, Peristiwa apakah yang melatarbelakangi bangsa Israel sebelum pergi menuju ke padang gurun Syur?

Ay 23, Apa yang terjadi di Mara?

Ay 24-25, Apa reaksi bangsa Israel atas peristiwa di atas, dan bagaimana tanggapan Musa?

Ay 26, Apa yang Tuhan katakan kepada bangsa Israel?

Ay 27, Apa yang Tuhan perbuat bagi bangsanya?

Pada bagian perikop sebelum bacaan ini di kisahkan bagaimana bangsa Israel bersuka-cita karena dapat menyeberangi laut Teberau. Bangsa Israel sangat bersuka-cita, mereka tak henti-hentinya memuji-muji Tuhan yang telah melakukan perbuatan ajaibNya. Bangsa Israel melihat betapa Tuhan mereka gagah perkasa dan dahsyat perbuatanNya.

Perjalanan bangsa Israel di lanjutkan dari laut Teberau menuju ke padang gurun Syur, namun rupanya mereka tidak mendapatkan air.  Sesampainya di Mara mereka mendapatkan air namun rasanya pahit, sehingga tidak memungkinkan di minum. Maka bersungut-sungutlah bangsa Israel kepada Musa.

Maka Musa berseru-seru kepada Tuhan, dan Tuhan menjawab pergumulan bangsa Israel dan mengubah air yang pahit menjadi manis, dengan cara Musa melemparkan sepotong kayu ke air yang pahit tersebut.

Pada kesempatan yang baik itu pula Tuhan memberikan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada bangsa Israel.Tuhan menghendaki supaya bangsa Israel melakukan apa yang benar di mata Tuhan, mendengar dan mengikuti ketetapan-ketetapanNya, maka Tuhan berjanji memberkati mereka dan Tuhan akan menghalau penyakit yang pernah diberikan kepada bangsa Mesir.

Bukan hanya mengubah air yang pahit jadi manis namun setelah mereka tiba di Elim, Tuhan memberikan 12 mata air dan 70 pohon korma dan berkemahlah mereka di sana.

Bersungut-sungut menjadikan bangsa Israel melupakan bahwa Tuhan yang dapat menyediakan kebutuhan mereka. Kesulitan yang sedang terjadi seharusnya membuat bangsa Israel semakin berserah kepadaNya. Bagaimana kita menghayati Tuhan yang memelihara hidup kita ketika kesulitan melanda kita?

Refleksi
Renungkanlah: apa yang kita lakukan kepada Tuhan jika apa yang kita minta kepada Tuhan belum dikabulkan? Apakah kita bersungut-sungut?

Tekadku
Ya, Tuhan ampunilah dosa kami, ketika kami bersungut-sungut kepadaMu untuk segala sesuatu yang belum kami dapatkan dariMu. Buatlah kami percaya akan Engkau yang menyediakan sesuatu yang baik tepat pada waktuMU.

Tindakanku
Hari ini saya tidak akan bersungut-sungut waktu menghadapi kesulitan dalam hidup ini!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«