suplemenGKI.com

HIDUP DALAM TERANG

Efesus 5 : 8-14

 

Pengantar
Dunia menawarkan banyak pilihan. Banyak orang seringkali bingung saat harus memilih apalagi memilih sikap hidup. Mereka bingung dalam membedakan sikap mana yang baik, yang berkenan kepada Tuhan dan mana yang tidak baik, yang tidak berkenan kepada Tuhan. Apakah Saudara pernah mengalaminya? Bagaimana agar kita bisa bersikap tepat dan bijak kala menentukan pilihan sikap hidup?   Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman 

  • Ayat 8 – 10            : Apa yang diperoleh ketika seseorang sudah hidup di dalam terang Tuhan?
  • Ayat 11 -13            : Tindakan apa yang seharusnya tidak dilakukan oleh mereka yang sudah mendapatkan Terang itu?
  • Ayat 14                  : Pesan apa yang ada pada ayat ini?

Jemaat Efesus sebelum mengenal Yesus adalah orang-orang yang hidup dalam kegelapan karena mereka menyembah berhala. Dan kehidupan sehari-hari merekapun juga dalam perilaku yang tidak menjaga kekudusan dan tidak saling mengasihi. Karena itu mereka disebut hidup dalam kegelapan.  Mereka tidak mengetahui bagaimana hidup dalam penyertaan Allah. Tetapi sejak mereka mengenal Kristus mereka dikatakan ada dalam terang Tuhan (ay 8). Ketika dalam kegelapan mereka tidak dapat membedakan mana yang baik dan tidak baik karena kegelapan menyembunyikan semua itu. Mereka mengalami kebutaan rohani. Tetapi ketika mereka sudah mendapatkan terang, mereka dapat melihat kehidupan yang berbeda.  Mereka mampu melihat kebaikan, keadilan dan kebenaran sehingga mereka mampu mengujinya.

Selain melihat kebaikan, terang itu juga menunjukkan bahwa perbuatan-perbuatan kegelapan itu nampak memalukan dan tidak menghasilkan apa-apa. Karena itu jangan ikut melakukan perbuatan-perbuatan yang memalukan itu tetapi kita justru diajak ikut menelanjanginya. Ini bukan hal yang mudah dilakukan.  Maka perhatikan ayat 14 yang menyampaikan pesan untuk bangun dan bangkit dari hal-hal yang masih membuat kehidupan terkungkung dalam perbuatan-perbuatan kegelapan dengan pertolongan cahaya Kristus. Jangan sia-siakan hidup ini tetapi rancanglah bersama Allah untuk kemuliaan nama-Nya

Refleksi
Dalam keheningan, lihatlah wajah kehidupan Saudara. Apakah Saudara masih hidup dalam kegelapan ataukah hidup dalam terang Kristus? Apakah dalam setiap pengambilan keputusan, Saudara dituntun oleh keinginan daging ataukah keinginan Roh?

Tekadku
Ya Tuhan, Sang Sumber terang, terangilah hati dan pikiranku  agar bisa membedakan mana perbuatan baik dan mana perbuatan jahat sehingga aku hanya memilih hal yang baik. Kiranya terang-Mu memampukan aku untuk menghasilkan karya kehidupan yang menerangi sekitarku.

Tindakanku

  • Aku akan terus membangun hubungan yang intim dengan Allah sehingga dapat menjalani hal yang baik , benar dan adil dan meninggalkan hal yang tidak baik.
  • Setiap hari aku akan  mengevaluasi hidupku agar makin hari hidupku makin memancarkan terang Kristus.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«