suplemenGKI.com

BERTOBAT
YUNUS 3:1-10

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 4:  Apa yang diberitakan oleh Yunus? Adakah sesuatu ajakan yang positif yang Yunus sampaikan?
  2. Menurut Anda, mengapa kalimat-kalimat Yunus bernada menakutkan? Apakah ada hubungannya dengan kebenciannya kepada orang-orang Niniwe?
  3. Ayat 5-9:  Bagaimana orang-orang Niniwe menanggapi khotbah Yunus?  Bagaimana tanggapan raja kota Niniwe?  Apa peranan raja dalam pertobatan nasional ini?  Apa yang Anda pelajari mengenai peranan seorang pemimpin untuk menggerakkan sebuah pertobatan massal?
  4. Ayat 10: Perubahan apa yang nampak dari pertobatan orang-orang Niniwe?  Bagaimana tanggapan Tuhan terhadap pertobatan mereka?
  5. Dalam kehidupan Anda sendiri, siapakah yang mendorong Anda untuk bertobat?  Hal apa sajakah yang menandai pertobatan Anda?

 

RENUNGAN:

Yunus adalah nabi Israel yang oleh Tuhan diutus ke Niniwe.  Namun Yunus menolak ke sana karena Yunus membenci orang-orang Niniwe yang merupakan musuh bangsa Israel.  Yunus berusaha melarikan diri dari Tuhan dan berlayar ke Tarsis.  Namun, Tuhan tidak tinggal diam.  Pelarian itu gagal dan Yunus ditelan oleh seekor ikan besar.  Pengalaman selama tiga hari dalam perut ikan membuat Yunus bertekad untuk membayar nazarnya (sebagai seorang nabi Tuhan) dan mengakui bahwa keselamatan yang diterimanya adalah anugerah dari Tuhan” (2:9).  Yunus pun pergi ke Niniwe seperti yang diperintahkan Tuhan.

Namun sayangnya, ternyata Yunus menjalankan tugasnya dengan setengah hati.  Hal ini nampak dari isi khotbah Yunus.  Khotbahnya sangat singkat.  Isinya hanya berupa kutukan atau ancaman hukuman, dan bukan ajakan untuk bertobat.  Cukup jelas bahwa kebencian Yunus terhadap orang-orang Niniwe sangat mempengaruhi isi dan cara khotbahnya kepada mereka.

Meski demikian, orang-orang Niniwe memberikan respon positif terhadap khotbah Yunus.  Khotbah ini pun sampai ke telinga raja kota Niniwe.  Itu berarti bahwa mereka meneruskan khotbah Yunus itu dari mulut ke mulut.  Dan peranan sang raja dalam hal ini ternyata sangat besar. Ia menyerukan agar seluruh kota, termasuk ternak-ternak yang mereka miliki, berpuasa untuk menyatakan pertobatan mereka. Walau Yunus enggan berkeliling kota dan hanya memberikan khotbah yang singkat, namun pertobatan terjadi pada seluruh bagian kota itu.

Dalam menyatakan pertobatannya, orang-orang Niniwe bukan hanya berpuasa.  Mereka juga mewujudkannya dalam tindakan.  Mereka berbalik (bertobat) dari tingkah laku mereka yang jahat.  Mereka juga berharap bahwa pertobatan mereka akan menyurutkan murkaNya.  Dan Tuhan pun melihat kesungguhan mereka.  Tuhan membatalkan rencanaNya untuk menghukum mereka.  Allah tidak pernah menutup kesempatan bagi siapapun yang bersedia bertobat. Dan haruslah kita ingat bahwa pertobatan yang sesungguhnya harus nyata dalam tindakan, bukan hanya dalam hati atau angan-angan belaka. 

Hukuman Allah yang paling dahsyat sekalipun dapat dibatalkan oleh pertobatan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«