suplemenGKI.com

Markus 1:9-15

“JAMINAN KEMENANGAN DI DALAM DIA”

 

PENGANTAR
Bacaan hari ini mengisahkan tentang masa awal pelayanan Yesus yang ditandai dengan baptisan di sungai Yordan dan pencobaan yang dialamiNya di padang gurun.  Melaluinya kita akan dituntun bagaimana meneladani Yesus dalam menghadapi pencobaan hidup.

 

PEMAHAMAN

  1. Jika di ayat 9 diceritakan bahwa Yesus dibaptis, apakah ini berarti Yesus juga tergolong sebagai orang berdosa yang harus mengaku dosanya (seperti yang dilakukan orang-orang di ayat 5)?
  2. Untuk apa Yesus dibaptis?
  3. Ayat 12-13: Apakah Yesus tahu bagaimana rasanya dicobai? Walau Markus tidak mencatat lengkap peristiwa Yesus dicobai, tetapi dari catatan Injil yang lain Anda tentu mengetahui bagaimana akhir dari peristiwa tersebut.  Keputusan/komitmen apa yang selalu diambil oleh Yesus dalam tiap godaan yang dihadapiNya?
  4. Bagaimana kedua peristiwa besar ini (Yesus dibaptis dan dicobai) memberikan tuntunan bagi Anda dalam menghadapi pencobaan hidup Anda? Bacalah Ibrani 2:18; 4:15.

 

Baptisan Yesus bukan berarti membuat kita menyimpulkan bahwa Yesus juga adalah orang berdosa yang perlu pertobatan dan penyesalan. Sebab jika itu yang terjadi, maka tidak mungkin Yesus dapat menggantikan tanggungan hukuman dosa manusia sebab sama berdosanya. Lagipula jika Ia berdosa, suara Allah yang menyatakan bahwa Allah berkenan kepadaNya juga tidak akan dinyatakan pada waktu itu. Lalu, untuk apa Yesus dibaptis? Peristiwa ini menjadi peneguhan bahwa Yesus adalah Anak Allah (yang tidak berdosa), yang diutus Allah untuk menjadi sama seperti manusia yang berdosa, yang mau merendahkan diriNya untuk menjadi korban penebusan dosa manusia. Dan kebenaran yang ada dalam diri Yesus kemudian diuji dengan pencobaan yang dialamiNya. Tiga pencobaan yang menjanjikan diriNya dapat luput dari penderitaan karena ulah manusia berhasil dilewatiNya karena Yesus selalu mengedepankan kehendak dan rencana Allah atas hidupNya.  Yesus tetap menjadikan ketaatanNya kepada kehendak BapaNya sebagai yang utama dalam hidupNya. Melalui baptisan dan pencobaan, Yesus mengesampingkan harga diri, status, demi BapaNya dan menanggung derita demi kita manusia berdosa.

 

REFLEKSI
Jika Yesus yang adalah Allah mau merendahkan diri menjadi sama dengan manusia berdosa dan menolak segala godaan kesenangan yang menjauhkanNya dari rencana BapaNya, menyedihkan sekali jika ternyata orang Kristen pada masa kini cenderung malah bersikap sebaliknya, ingin menjadi allah atas hidup kita sendiri dan tidak peduli dengan kehendak Allah atas hidupnya, yang penting dirinya tidak menderita. Hal ini ditunjukkan dengan mudahnya kita menyerah atas pencobaan, atau bahkan menyerahkan diri pada pencobaan.

 

TEKADKU
Tuhan, kemenanganMu atas pencobaan menjadi jaminan kemenanganku juga dalam menghadapi pencobaan. Karena itu aku mau memandang Engkau dan tidak menyerah pada pencobaan.

 

TINDAKANKU
Mengatasi dan melangkahkan kaki pada kemenangan atas suatu pencobaan yang mengganggu Anda hari-hari ini dengan suatu tindakan nyata yaitu …………

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*