suplemenGKI.com
Keraguan

Keraguan

Bacaan : Lukas 24 : 36 – 48.

“KehadiranNya membuktikan IA bangkit”

Ketika itu murid-murid Tuhan Yesus berkumpul di ruang atas, mereka merasa gembira sekali. Mula-mula mereka tidak percaya kepada perkataan-perkataan para wanita yang menyatakan bahwa Yesus bangkit. Tetapi Petrus dan Yohanes juga kemudian melihat kuburan yang kosong itu, sehingga mereka menjadi yakin bahwa Yesus Kristus telah bangkit. Juga murid-murid yang lain juga menjadi yakin. Terlebih-lebih sore itu terdengar kabar bahwa Yesus sudah menampakkan diriNya kepada Petrus, maka lenyaplah segala keragu-raguan mereka.

Pertanyaan penuntun.

  1. Walaupun para murid sudah mendengar berita kebangkitan Yesus, namun mengapa ketika Yesus menampakkan diriNya , mereka masih ragu ? dan malah menganggap Yesus hantu.
  2. Bagaimana Tuhan Yesus meyakinkan murid-murid ?
  3. Bagaimana respon murid-murid terhadap penjelasan Tuhan Yesus ?

RENUNGAN.

Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus membuat para murid hidup dalam ketakutan. Mereka bertemu di ruang atas dengan pintu-pintu terkunci. Mereka sangat khawatir akan ditangkap oleh imam-imam dengan tuduhan telah mencuri mayat Yesus. Pada saat mereka mengalami ketakutan dan kekuatiran itulah, tiba-tiba Tuhan Yesus berdiri di tengah-tengah mereka. Batu besar di kuburan tidak dapat mengekang Dia, demikian pula rumah terkunci rapat tidak dapat menghalangi Dia masuk. Perkataan pertama Tuhan Yesus kepada murid-muridNya adalah,”Damai sejahtera bagi kamu”. Dengan kehadiran dan sapaan Tuhan Yesus seharusnya membuat murid-murid  semakin yakin terhadap  kebangkitan Yesus, namun malah membuat mereka sangat takut dan menyangkanya hantu. Kehadiran Yesus yang tidak dapat dihalang-halangi oleh pintu membuat mereka bertanya-tanya, ini hantu atau Tuhan Yesus sendiri ?

Dengan lembut Than Yesus berkata kepada mereka. Mengapa kamu terkejut ? mengapa kamu ragu-ragu ? bahwa yang mereka lihat adalah Yesus sendiri. Untuk membuktikan Nya Tuhan Yesus melakukan 2 hal, Pertama : Dengan lugas Tuhan Yesus mengatakan, Lihatlah tanganKU dan kakiKU, Aku sendirilah ini, rabalah Aku dan lihatlah ! karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKU. Kedua : Tuhan Yesus makan ikan di depan para murid. Seharusnya dengan pembuktian tersebut para murid secara perlahan menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Namun mereka masih berada ditengah bayang-bayang keraguan. Akankah mereka tetap ragu ? atau mungkin secara perlahan iman mereka akan segera pulih. Tidak gampang bagi mereka untuk beriman dalam situasi yang mencekam , menakutkan, mungkin iman itu ada tapi masih perlu pembuktian ? yang pasti bahwa kehadiran Yesus ditengah-tengah para murid membuktikan bahwa IA telah bangkit dari kematian, dan itu juga bukti kemenanganNya atas maut.diran Yesus ditengah

Perjalanan iman seseorang terkadang juga seperti imannya para murid. Jika hidup ini berjalan dengan aman dan nyaman, selalu mendapat berkat yang enak maka dapat dengan mudah menyatakan iman. Dan jika hidup ini berjalan dengan kekawatiran dan keraguan dalam menatap hari esok maka perjalanan imannya adalah abu-abu alias tergantung keadaan. Akan tetapi apabila perjalanan hidupnya penuh dengan kesulitan, penderitaan, dicekam ketakutan maka ia sulit untuk menyatakan imannya. Itulah gambaran keadaan iman manusia. Sebagai orang Kristen, kita jangan seperti itu ? perjalanan iman kita jangan bergantung pada situasi dan kundisi, tetapi memandang kepada Kristus. Bahwa IA telah mati untuk menebus dosa kita dan bangkit dari kematian untuk memberi pengharapan kepada kita. Bagaimana dengan iman saudara ? kiranya Tuhan memberkati. Amin.g pada situasi dan kundisi, tetapi memandang kepada Kristus. sulit untuk menyatakan imannya bayang-ra murid secara perlahan menjadi percaya kepada Tuhan  lihatlah ! Tuhan ri mayat Yesus.

 

“Keragu-raguan dapat mematikan iman”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«