suplemenGKI.com

Bacaan : Matius 20 : 1-16.

“Bekerjalah tanpa sungut-sungut”

PENGANTAR
Perumpamaan orang-orang upahan di kebun anggur disampaikan Yesus untuk menjawab pertanyaan Petrus dalam perikop sebelumnya, “kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau, jadi apakah yang kami peroleh ? ( Mat 19:27). Atas pertanyaan itu, Yesus menjawab bahwa pada waktu penghakiman, mereka yang mengikut Yesus akan duduk diatas takhta sebagai pendamping Anak manusia ( Mat 19:28). Sesudah itulah Yesus menyampaikan perumpamaan ini.

PEMAHAMAN
1. Dengan apa Kerajaan Sorga diumpamakan ? ( ayt 1 ).
2.  Bagaimana pemilik kebun anggur merekrut para pekerjanya ? ( ayt 2-6).
3. Bagaimana upah dibayarkan ? Mengapa terjadi sungut-sungut ? ( ayt 7-12 )
4. Makna apa yang dapat kita petik dari cerita ini ?

Perumpamaan ini diawali dengan perkataan Yesus, “Adapun hal kerajaan Sorga seperti  Tuan rumah yang pagi-pagi benar mencari pekerja untuk kebun anggurnya”. Ada penafsir yang mengatakan bahwa Tuan rumah adalah gambaran Allah, kebun anggur adalah ladang pelayanan ( dunia ), sedangkan para pekerja adalah para pelayan Tuhan atau umat Tuhan. Tuan pemilik kebun anggur tersebut mencari  pekerja untuk kebun anggurnya secara bertahap. Ada yang pagi-pagi benar ( jam 6 pagi ), jam 9, 12, jam 3 sore dan jam 5 sore. Kepada pekerja yang paling pagi ( jam 6 ) tuan itu membuat kesepakatan upah yaitu satu dinar sehari. Sedangkan kepada para pekerja jam 9, 12, 3 sore, 5 petang tuan itu menjanjikan akan memberi upah yang pantas. Menyimak apa yang dilakukan Tuan pemilik kebun anggur, Ia selalu membutuhkan pekerja, sehingga ia melakukan perekrutan pekerja secara terus-menerus. Ini membuktikan bahwa pekerjaan di ladang sang Tuan terus membutuhkan pekerja. Ketika hari mulai malam Tuan pemilik kebun anggur tersebut meminta mandurnya memanggil para pekerja mulai dari pekerja jam 5 petang sampai kepada pekerja jam 6 pagi untuk menerima upah. Kepada semua pekerja Tuan itu memberi upah masing-masing satu dinar. Sudah barang tentu hal tersebut di protes oleh pekerja jam 6 pagi. Mereka merasa diperlakukan tidak adil  karena mereka yang bekerja cuma 1 jam saja ( pekerja jam 5 petang) diberi upah 1 dinar, masakan mereka (pekerja jam 6 pagi) yang bekerja lebih lama (12 jam), bekerja keras, kepanasan diberi upah yang sama yaitu 1 dinar. Oleh sebab itu mereka bersungut-sungut, karena merasa diperlakukan tidak adil. Apakah Tuan pemilik kebun anggur tidak Adil ? Tidak ! Tuan pemilik kebun anggur adil, ia telah membayar pekerja jam 6 pagi 1 dinar sesuai kesepakatan, sedangkan kepada yang lain sang Tuan memberi upah yang pantas sesuai dengan kemurahan hatinya.

Jika kita adalah pekerja di ladang Tuhan, bekerjalah dengan sebaik mungkin, percayalah bahwa Sang Tuan yang kita layani bertindak  adil, ia akan memberikan upahnya berdasarkan kemurahan hatiNya, kepada semua pekerja yang telah bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Bagaimana dengan anda ?

REFLEKSI
Apakah anda sudah bergabung bekerja di ladangnya Tuhan ? sudahkah anda bekerja dengan penuh tanggung jawab ?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah saya agar berani mengambil keputusan bekerja di ladang Tuhan.

TINDAKANKU
Saya akan membantu pekerjaan Tuhan yang sesuai dengan talenta saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*