suplemenGKI.com

Bacaan Lukas 16:19-31

Pertobatan

 

                Harta yang melimpah sering kali menjadi impian dari banyak orang, mereka selama di dunia ini selalu mengejar harta tersebut. Bahkan sebagian besar dari orang yang sudah menikmati hartanya, mereka tidak pernah lagi memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan hidup kekal, bagi mereka harta adalah segala-galanya.

  1. Mengapa orang kaya tersebut masuk neraka?
  2. Mengapa orang miskin yang masuk ke surga?
  3. Hal apakah yang sesungguhnya terjadi di surga?
  4. Hal apakah yang sesungguhnya terjadi di neraka?
  5. Pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari bagian ini?

 

Renungan:

                Orang-orang Farisi menjalani kehidupan beragamanya juga bisa meleset, seharusnya orentasi mereka kepada Tuhan dan membawa orang juga menyembah Tuhan, namun hal ini bisa bergeser karena orang-orang Farisi hanya fokus kepada uang atau harta saja (Luk 16:14).

                Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang orang yang kaya dan orang yang miskin. Orang yang kaya ini hidup dalam kekayaannya, berjubah ungu, dan setiap hari bersuka cita dalam kemewahannya. Sedangkan orang miskin yang bernama Lazarus itu badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya tersebut, makan dari sisa-sisa yang jatuh dari meja orang kaya tersebut, bahkan anjing-anjing menjilat boroknya.

                Matilah kedua orang tersebut baik orang kaya maupun Lazarus yang miskin, orang kaya tersebut masuk ke alam maut sedangkan Lazarus duduk di  pangkuan Abraham. Orang kaya tersebut merasakan panasnya api yang luar biasa, sedangkan Lazarus merasakan kesejukkan. Orang kaya itu memohon supaya Bapa Abraham  mengasihi dia dengan cara memberikan air setetes yang dapat menyejukkan hidupnya.Namun permintaan tersebut di tolaknya.

                Orang kaya kini menyadari bahwa hidup di alam maut ini tidak menyenangkan bahkan di siksanya dengan api siang dan malam. Orang kaya ini ingat bahwa ia masih memiliki 5 saudara yang ada di bumi ini, maka ia memohon bapa Abraham untuk mengingatkan saudaranya untuk bertobat supaya jangan mengalami hal yang seperti ia alami ini. Permintaan tersebut juga di tolak oleh Bapa Abraham dengan menyatakan bahwa kalau saudara-saudaranya tidak mau mendengar kesaksian Musa dan para nabi, maka mereka tidak juga mau diyakinkan oleh seorang yang bangkit dari antra orang mati.

                Orang kaya tersebut ternyata diberi kesempatan yang sama dengan Lazarus, yaitu mendengar kesaksian Musa dan para nabi. Namun respons mereka berbeda, orang kaya tersebut menolak sedangkan Lazarus menerima kesaksian Musa dan para nabi. Itu berarti orang kaya masuk neraka bukan karena kekayaannya dan Lazarus masuk ke surga bukan karena kemiskinannya, namun orang kaya tersebut menolak dan bahkan tidak mau peduli dengan kesaksian Musa dan para nabi, dan orang kaya tersebut tidak peduli dengan kehidupan rohaninya, yang mereka perhatikan hanya hidup duniawinya saja. Sedangkan Lazarus mau mendengar kesaksian Musa dan para nabi, bahkan peduli dengan kehidupan rohaninya.

                Yesus mau mengingatkan orang-orang Farisi supaya kembali ke jalan yang benar yaitu jalan Tuhan bukan terjebak pada hal-hal yang duniawi saja.

                Bagaimana dengan kita sudahkah kita memberikan porsi yang cukup untuk kehidupan rohani kita?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«