suplemenGKI.com

Sabtu, 20 Juni 2020

19/06/2020

HIDUP BAGI KRISTUS

Roma 6:1-11

 

Pengantar
Thomas Obadiah Chrisholm adalah seorang penulis lagu “Living For Jesus” (NKB 130, “Hidup Yang Jujur”).  Ia lahir di sebuah pondok sederhana di Franklin, Kentucky tanggal 29 Juli 1866 dan meninggal tanggal 27 Februari tahun 1963 di Collingswood, New Jersey.  Lagu “Living For Jesus” mengingatkan akan komitmen pribadi kita kepada Yesus Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya bagi umat manusia. Sejak Kristus menyelamatkan kita, maka Ia akan selalu bertahta dalam ruang hati kita. Oleh karena itu, sebagai umat yang telah mengalami anugerah-Nya, kita diajak untuk berjuang hidup dalam pengabdian dan kesetiaan pada Kristus. Saudara, renungan hari ini akan mengajak kita untuk menghayati iman akan penebusan Kristus di tengah dunia.

Pemahaman

  • Ayat 5-8         : Mengapa orang percaya tidak boleh bertekun dalam dosa  ?
  • Ayat 11          : Kepada siapakah orang yang telah diselamatkan harus mengarahkan hidupnya?

Dosa adalah perseteruan dengan Allah dan ketidaktaatan kepada-Nya. Dosa juga merupakan kuasa yang memperbudak dan merusak kehidupan manusia. Akan tetapi, bagi orang yang sudah diselamatkan oleh Kristus, hendaknya tidak lagi bertekun dalam dosa. Hal ini terjadi karena kematian Kristus telah mematikan kuasa dosa sehingga orang percaya tidak lagi hidup di dalam perhambaan dosa, melainkan telah memiliki hidup yang baru (ayat 5-6). Dan hal ini mengingatkan pada kita bahwa hendaknya dosa jangan berkuasa atas diri kita, supaya kita tidak menuruti keinginan dari dosa tersebut.

Oleh karena itulah Paulus mengingatkan bahwa setiap orang yang telah ditebus dengan cuma-cuma, bukan lagi hidup untuk dirinya sendiri, melainkan hidup bagi Kristus Yesus (ayat 11). Hal ini berarti orang percaya bersiap untuk menyerahkan dan mengabdikan dirinya untuk dipakai Allah sebagai alat-Nya yang penuh dengan kasih karunia. Bahkan status istimewa sebagai anak-anak Allah, menjadi hak milik kita karena kita sudah memiliki kehidupan kekal di dalam Kristus.

Saudara, uraian dari Rasul Paulus ini mengajak kita untuk memahami dengan sungguh betapa pentingnya penebusan Kristus. Ketika Kristus menebus kita dari dosa, maka dosa tidak lagi menjadi tuan atas diri kita, melainkan Kristus-lah yang memimpin hidup kita. Mari kita membuka lembaran baru bersama dengan Tuhan, menguburkan kebiasaan-kebiasaan lama yang dapat menghambat pertumbuhan kerohanian, dan bersiap dipakai sebagai alat-Nya yang menebarkan kasih karunia Allah bagi dunia.

Refleksi
Ambillah secarik kertas dan tuliskanlah salah satu kebiasaan buruk yang sering saudara lakukan, yang mana hal itu dapat menghambat pertumbuhan iman saudara. Renungkanlah sejenak: Kebiasaan buruk yang masih kita lakukan, menandakan bahwa kita masih hidup dalam kedagingan. Sebagai seorang yang telah ditebus melalui karya keselamatan Kristus, mari kita meminta tuntunan Roh Kudus agar dimampukan untuk hidup bagi Kristus.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku masih suka melakukan hal-hal yang tak berkenan di hadapan-Mu dan sesama. Ajarku untuk mau hidup mengikuti pimpinan kasih-Mu.

Tindakanku
Aku mau hidup bagi Kristus dengan belajar meninggalkan salah satu kebiasaan burukku:… (sebutkan) dan belajar untuk selalu mengisi hidupku dengan persekutuan yang erat dengan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«