suplemenGKI.com

Sabtu, 20 Juli 2019

19/07/2019

SUKACITA MELAYANI TUHAN

Kolose 1:24-28

 

Pengantar
Ada kalanya melayani Tuhan dianggap sebuah beban ketika tantangan itu datang silih berganti. Bahkan ironisnya jika seseorang undur diri dari pelayanan dengan alasan kesibukan pekerjaan, konflik antar rekan pelayan, ide atau gagasan yang tidak diterima, dan sebagainya. Padahal, melayani Tuhan adalah anugerah dan sukacita yang tak terkira. Kita pun tidak bisa mengharapkan pelayanan yang dilakukan selalu berjalan sempurna, karena pada kenyataannya diperhadapkan dengan berbagai kerikil yang tajam. Jika Yesus selama masa pelayanan-Nya di dunia menghadapi tantangan yang begitu berat sampai Ia mati di kayu salib, bagaimana dengan sikap kita ketika tantangan itu hadir dalam perjalanan pelayanan kita? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 24-26    : Mengapa Paulus bersukacita di dalam melaksanakan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya?
  • Ayat 27-28    : Bagaimanakah Paulus melakukan tanggung jawabnya sebagai pemberita Injil?

Pada saat Paulus menuliskan suratnya kepada jemaat di Kolose, sebenarnya ia sedang menjadi tahanan Romawi. Ia mengetahui kondisi yang terjadi di dalam jemaat Kolose oleh karena Epafras, pengabar Injil yang melayani di Kolose dan menceritakan segala sesuatu kepadanya. Di dalam penjara, Paulus pun tak henti-hentinya mengabarkan Firman Allah meskipun hanya melalui surat. Meskipun ia sendiri banyak mengalami penderitaan baik secara fisik maupun mental, ia tetap bersukacita (ayat 25). Secara khusus hal itu juga diungkapkannya kepada jemaat di Kolose. Ia bersukacita karena pelayanan yang dipercayakan kepadanya adalah suatu kehormatan. Penderitaan dalam pelayanan itu berbuah menjadi sukacita oleh karena jemaat Tuhan menerima kasih karunia-Nya.

Lebih lanjut Paulus memaparkan bahwa penugasan Paulus di dalam rencana penebusan Allah adalah khususnya memperkenalkan keselamatan kepada bangsa-bangsa lain yaitu bangsa-bangsa yang bukan berasal dari Yahudi (ayat 27). Paulus mengabarkan Kristus Yesus yang hadir di tengah-tengah umat-Nya dan mempersatukan mereka dalam pengharapan kepada-Nya. Bahkan di dalam pekabaran Injil yang dilakukannya, ia tidak hanya memberitakan Injil di hadapan orang banyak, melainkan juga dari rumah ke rumah, dari satu orang ke orang yang lain (ayat 28). Paulus bekerja keras dan berjuang, sangat rajin dan bergumul dengan banyak kesulitan, sesuai dengan ukuran anugerah yang diberikan kepadanya dan kehadiran Kristus yang luar biasa yang menyertai dia. Oleh karena Paulus mengabdikan dirinya untuk melakukan banyak kebaikan, maka kuasa Allah bekerja di dalam dia dengan luar biasa.

Refleksi
Seringkali semangat dan sukacita dalam pelayanan begitu menggebu-gebu ketika ada begitu banyak pujian yang diberikan kepada kita. Lantas, bagaimanakah sikap kita jika pelayanan yang kita lakukan justru menemui berbagai tantangan? Tetap berjuang atau undur dari pelayanan? Dalam susah maupun senang, mari kita tetap bersukacita dan giat bekerja bagi Tuhan, sebab kuasa Allah akan memampukan kita.

Tekad
Ya Tuhan, ampuni bila mungkin selama ini aku sering mengeluh di saat pelayananku mengalami berbagai tantangan. Ajarku untuk tetap setia melaksanakan tugas panggilan-Mu.

Tindakan
Aku akan menjalankan tugas dan panggilan yang Tuhan percayakan di bidang:….. (sebutkan sesuai bidang pelayanan saudara), dengan sungguh-sungguh dan sukacita bersama dengan Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«