suplemenGKI.com

Sabtu, 20 April 2013

19/04/2013

Yohanes 10:11-21

Gembala Sejati

 

Pengantar
Entah sudah berapa kali kita menyanyikan lagu yang berjudul: “Tuhan Kau Gembala kami” (Kidung Jemaat 407). Entah pula perasaan yang muncul setiap kali kita menyanyikan lagu tersebut. hari ini kita akan merenungkan hubungan kita dengan Kristus yang digambarkan sebagai hubungan Gembala dengan domba.

Pemahaman
- Apa sajakah yang menjadi ciri seorang Gembala yang sejati?
- Mengapa pengajaran Kristus tentang Gembala ini menimbulkan perpecahan di antara orang Yahudi yang mendengarkan pernyataan-NYA ini?
- Apa arti pengajaran Gembala yang sejati ini bagi hidup Saudara?

Setelah memberikan pernyataan yang singkat dan tegas: “Akulah gembala yang baik”, Kristus memaparkan tentang apa saja yang dilakukan-NYA sebagai landasan pernyataan-NYA tersebut. Ada 3 (tiga) hal yang dilakukan oleh seorang gembala sejati. Hal pertama yang dilakukan sebagai seorang Gembala sejati adalah siap memberikan nyawa bagi domba-dombanya demi keselamatan para domba-Nya dari berbagai macam ancaman. Untuk mempertegas kerelaan Sang Gembala sejati ini, Kristus membandingkan dengan gembala imitasi atau upahan yang tidak memiliki rasa tanggungjawab serta jiwa memiliki (ay. 11-12). Hal kedua adalah mengenal domba-dombanya serta dikenal oleh domba-dombanya (ay. 14). Ini berarti ada hubungan timbal balik dan sejati, bukan seperti saya mengaku mengenal presiden Barack Obama padahal Barak Obama tidak mengenal saya. Sedangkan hal ketiga adalah mengumpulkan domba-domba yang di luar kandang sehingga menjadi satu kawanan dengan satu gembala (ay. 16). Seorang Gembala yang baik selalu mengumpulkan seluruh kawanan ternak gembalaannya pada waktu senja. Hal inilah yang dipakai Kristus untuk menggambarkan kiprah-NYA sebagai Gembala sejati.

Mendengar ketiga hal yang dikerjakan Kristus selaku Gembala yang baik tersebut, sebagian orang Yahudi menjadi jengah. Sebab gambaran hubungan gembala – domba merupakan gambaran yang umum dipahami oleh orang Yahudi, di mana mereka sebagai domba dan Tuhan sebagai gembala (Yeh. 34:15). Dengan demikian, bagi orang Yahudi, melalui pernyataan “Akulah gembala yang baik” ini Kristus seakan menyatakan diri-Nya sebagai Allah. Karena inilah maka sebagian orang menganggap-NYA kerasukan setan (ay. 20).

Akan tetapi, bagi kita yang mengimani bahwa Yesus adalah Tuhan, dengan segenap hati kita dapat mengamini bahwa Yesus memang adalah Gembala sejati. Gembala yang benar-benar memberikan nyawa-NYA agar para domba-NYA selamat, mendapatkan hidup yang kekal.

Refleksi
Kristus menyerahkan diri-NYA untuk mati bagi kita, bukan untuk mendapatkan sesuatu dari kita, melainkan untuk memberikan sesuatu yang begitu berharga bagi kita, yaitu hidup yang kekal. Ini adalah suatu tindakan yang agung luar biasa. Setiap kali merenungkan keagungan kasih Allah ini, seharusnya kita menyadari betapa beruntungnya menjadi umat Allah

Tekad
Doa: Tuhan, ajarlah aku untuk senantiasa mensyukuri kasih-MU yang begitu agung ini. Amin.

Tindakan
Temuilah seseorang dan ceritakan betapa agungnya kasih Allah ini. Kemudian ajaklah orang itu untuk menyanyikan NKB 17, “Agunglah Kasih Allahku”

 =====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«