suplemenGKI.com

Memberi Yang Terbaik

Matius 26:6-13

 

Pengantar
                Di jaman modern ini semua perusahaan berlomba-lomba memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya. Apalagi persaingan yang begitu ketat akan membuat perusahaan semakin menjaga hubungan yang baik dengan pelanggannya. Sehingga motto memberikan yang terbaik bagi pelanggannya adalah hal yang sudah wajar atau biasa. Bagaimana dengan sikap kita kepada Tuhan ? Apakah yang terbaik akan kita berikan kepada Tuhan? Mari kita belajar dari seorang perempuan yang berjumpa dengan Yesus.

Pemahaman

Ay 6, Dimanakah Tuhan Yesus berada pada waktu itu?

Ay 7, Apa yang dilakukan seorang perempuan itu terhadap Yesus?

Ay 8-9, Apa reaksi murid-murid-Nya ketika melihat perbuatan perempuan tersebut?

Ay 10-13, Apa yang dikatakan Yesus  kepada murid-murid-Nya, tentang perbuatan perempuan tersebut kepada-Nya?

Ketika Tuhan Yesus berada di rumah Simon si kusta, datang seorang perempuan kepada-Nya dan mencurahkan minyak wangi yang mahal ke atas kepala Yesus yang sedang duduk makan. Murid-muridNya gusar dan berkata:”untuk apa pemborosan ini? Bukankah uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin. Yesus mengetahui pikiran mereka dan berkata:’mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Yesus memahami mereka yang selalu memperhatikan orang-orang miskin, namun belum mengerti apa yang diperlukan Yesus. Bahkan Yesus memakai peristiwa itu untuk mengingatkan penderitaan Yesus hampir tiba dan persiapan untuk kematian-Nya. Apa yang dilakukan perempuan tersebut akan selalu diingat dimana Injil diberitakan di seluruh dunia.

Murid-murid hanya memikirkan dan menghitung segala sesuatu hanya dengan uang atau materi saja, mereka terpana hanya pada sisi kemanusiaan saja. Sedangkan perempuan ini hanya berpikiran yang sederhana, apa yang dapat saya berikan kepada Tuhan Yesus selagi saya masih ada. Perempuan ini memiliki minyak wangi yang menjadi kebanggaannya dan ia ingin memberikan yang terbaik untuk Tuhan Yesus, maka waktu ada kesempatan yang baik, perempuan ini langsung masuk dan melakukan aksinya. Perempuan ini tidak takut kalau ditolak, dimarahi bahkan diusir oleh orang lain, baginya yang terpenting ia telah melakukan sesuatu yang indah bagi Tuhan Yesus.

Refleksi
Ambil waktu sejenak dan renungkan: berapa kali kita memberikan sesuatu kepada Tuhan adalah yang terbaik?

Tekadku
Ya, Tuhan ampunilah kalau kami tidak merencanakan untuk memberikan sesuatu yang terbaik untuk Tuhan, kami memberikan sesuatu hanya asal-asalan saja tanpa melalui pergumulan di dalam hidup ini. Ampuni kami ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini saya berpikir dan merencanakan akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk Tuhan, baik itu materi, tenaga maupun pikiran kami.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*