suplemenGKI.com

Sabtu, 2 Mei 2020

01/05/2020

Kisah Para Rasul 2:41-47

KUALITAS DAN KUANTITAS

PENGANTAR
Kehidupan jemaat mula-mula sering menjadi acuan bagi pertumbuhan gereja di masa kini. Tentu saja, kita mengharapkan suasana persekutuan jemaat mula-mula juga terjadi dalam gereja di masa kini. Kita bahkan berharap pertambahan jumlah yang fantastis dalam jemaat mula-mula juga dapat terjadi di gereja kita. Karena itu, kita perlu terus-menerus mempelajari cara hidup jemaat mula-mula dan berupaya menerapkannya dalam gereja kita.

PEMAHAMAN

  • Ay. 41, 43.  Tuhan senantiasa menyertai para rasul ketika mereka memberitakan Injil. Dalam wujud apakah penyertaan Tuhan itu? (ay. 41 dan ay. 43).
  • Ay. 42, 44-45.  Ayat 42 menyebutkan dua aktivitas penting jemaat Kristen mula-mula. Aktivitas apa sajakah itu? Berdasarkan ayat 44-45, jelaskanlah bagaimana mereka mewujudkan persekutuan mereka dalam kehidupan mereka sehari-hari.
  • Ay. 46-47. Dengan cara hidup seperti itu, berkat-berkat apa sajakah yang mereka alami dalam jemaat mereka?

Di ayat 41 dan 43 kita dapat melihat dua bentuk penyertaan Tuhan dalam pemberitaan Injil yang dilakukan oleh para rasul. Pertama, pertambahan jumlah yang sangat besar (ay. 41). Roh Kudus bekerja di dalam hati orang-orang yang mendengarkan pemberitaan Injil sehingga mereka percaya kepada Kristus. Kedua, pemberitaan Injil para rasul disertai dengan banyak mukjizat dan tanda (ay. 43). Kuasa Tuhan yang dinyatakan dalam pemberitaan Injil itu membuat banyak orang ”takut” (kagum, menaruh rasa hormat, dan menundukkan diri), baik terhadap kewibawaan para rasul maupun terhadap Yesus Kristus yang mereka beritakan.

Di ayat 42, kita dapat melihat dua aktivitas penting jemaat mula-mula: belajar (memperdalam pengajaran para rasul) dan bersekutu (membangun komunitas). Mereka melakukan dua aktivitas tersebut dengan sungguh-sungguh (”bertekun”). Dua aktvitas ini merupakan faktor penting dalam pertumbuhan jemaat mula-mula, di samping kuasa Tuhan yang menyertai pemberitaan Injil para rasul. Mereka mewujudkan persekutuan mereka dalam kehidupan sehari-hari dengan saling berbagi. Gereja lahir di tengah masyarakat yang berada dalam kondisi sosial-ekonomi yang sulit. Dalam situasi seperti itu, dampak kehadiran gereja langsung dapat dirasakan di tengah masyarakat.

Cara hidup jemaat mula-mula, selain menjadi berkat bagi masyarakat, juga mendatangkan berkat bagi komunitas mereka. Mereka menikmati komunitas yang hidup dalam sukacita (gembira), saling terbuka (tulus). Mereka menikmati hubungan yang indah dengan Allah dan sesama. Mereka mengalami pertumbuhan, baik secara kualitas maupun kuantitas.

REFLEKSI
Pertumbuhan jemaat mula-mula ditentukan oleh beberapa faktor: semangat dalam memberitakan Injil, ketekunan dalam belajar dan bersekutu, dan kerelaan mewujudkan kasih dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam komunitas maupun di tengah masyarakat. Apakah faktor-faktor ini ada dalam gereja Anda?

TEKADKU
Tuhan, sertailah aku dalam karya pelayanan yang sekarang ini aku lakukan melalui gerejaku sehingga, melalui pelayanan itu, kasih-Mu dan kuasa-Mu menjadi nyata.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini aku akan berdoa bagi para pemimpin di gerejaku, yaitu para penatua, pendeta, pengurus sektor, komisi, kepanitiaan, dan unit-unit pelayanan lainnya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»