suplemenGKI.com

Sabtu, 2 Mei 2015

01/05/2015

Yohanes 15:1-8

TINGGAL DI DALAM KRISTUS

PENGANTAR
Semakin lama menjadi murid Kristus, seharusnya kita semakin mengenal Dia dan hubungan kita dengan-Nya juga semakin erat. Pada kenyataannya, tidak selalu demikian. Banyak orang Kristen yang gagal mempertahankan hubungan yang erat dengan Kristus. Bahkan, tidak sedikit orang Kristen yang semakin jauh dari Kristus. Padahal, jika kita jauh dari Kristus maka hidup kita tidak dapat berbuah dan kita akan kehilangan sukacita sebagai murid-nya. Untuk tetap tinggal di dalam Yesus memang tidak mudah. Namun, kita dapat memulainya dengan langkah yang paling sederhana.

PEMAHAMAN
Ay. 1-4        Bagaimanakah Yesus menggambarkan hubungan-Nya dengan sang Bapa? Mengapa Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai  pokok anggur? (lihat Maz. 80:9 dst.; Yes. 5:1-7)

Ay. 5-6        Bagaimana Yesus menggambarkan hubungannya dengan para murid-Nya? Apa yang harus kita lakukan agar hidup berbuah?

Ay. 7            Dalam beberapa bagian di perikop ini Yesus menghendaki kita agar tetap tinggal di dalam Dia. Apa artinya “tinggal di dalam Yesus”?

Menempatkan diri-Nya sebagai utusan Allah, Bapa-Nya, Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai sebatang pohon anggur dan sang Bapa sebagai pengusahanya. Ini berarti bahwa Yesus harus melaksanakanmaksud dan kehendak Bapa. Dalam Perjanjian Lama, umat Israel sangat sering digambarkan sebagai pohon anggur yang harus melaksanakan kehendak-Nya (lihat Maz. 80:9; Yes. 5:1-7; Yer. 2:21, 6:9; Yeh. 15:1-8, 17:5-10, 19:10-14; Hos. 10:1; 14:8). Seperti yang nampak di beberapa bagian Perjanjian Lama tersebut, umat Israel adalah pohon Israel yang gagal menghasilkan buah yang baik. Yesus mengajukan diri-Nya sebagai pohon anggur yang baru, yang akan berbuah banyak, melaksanakan kehendak sang Bapa dan memuliakan nama-Nya.

Ketika Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai pohon anggur yang berbuah banyak, Dia menyebut para murid-Nya sebagai ranting-rantingnya.  Oleh Yesus, para murid dilibatkan secara langsung dalam “proyek” yang sedang dikerjakan-Nya itu. Itulah sebabnya Yesus juga mendorong para murid-Nya agar berbuah semakin banyak (ay.2).

Agar para murid selalu berbuah dan semakin banyak berbuah, mereka harus tinggal di dalam Yesus, seperti ranting-ranting yang harus tetap menempel pada batang pohon. Secara umum, ini menggambarkan sebuah hubungan yang sangat erat. Agar tetap berbuah, para murid harus tetap berhubungan erat dengan Yesus. Namun, secara lebih khusus, hubungan yang lebih erat itu diwujudkan dalam ketekunan dan ketaatan mereka melakukan firman-Nya (ay. 7; lihat juga 15:10). Membaca dan melakukan firman Tuhan setiap hari adalah salah satu cara yang terbaik untuk tetap tinggal di dalam Yesus.

REFLEKSI
Apakah Anda membaca Alkitab setiap hari? Kesulitan apakah yang menghalangi Anda untuk melakukannya? Benarkah Anda tidak dapat menyediakan waktu sama sekali untuk membaca Alkitab?

TEKADKU
Tuhan, aku ingin membaca Alkitab secara rutin setiap hari.

TINDAKANKU
Aku akan menyediakan waktu minimal 15 menit setiap hari untuk membaca Alkitab secara rutin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»