suplemenGKI.com

Sabtu, 2 Juli 2016

01/07/2016

Kerajaan Allah Sudah Dekat!

Lukas 10:1-16

Pengantar

Di sini Tuhan Yesus mengutus 70 murid-Nya yang lain untuk memberitakan tentang Kerajaan Allah dan mengobati penyakit-penyakit (bnd.9:1-6). Kali ini disebutkan tugas mereka itu untuk menyiapkan kedatangan-Nya.

Pemahaman

Ayat 6-9               : Siapakah yang layak menerima damai sejahtera?

Ayat 9                   : Apa itu “Kerajaan Allah”? Apa pula maksudnya “Kerajaan Allah sudah dekat dengan kalian”?

 

Pada zaman Perjanjian Baru, pernyataan begini sangat menarik perhatian setiap orang. Bagi orang awam, yang hidupnya susah dan tertindas, hal ini bagaikan makanan dan minuman segar bagi jiwa yang kelaparan dan kehausan. Bagi orang-orang kelas menengah hal ini bagaikan angin segar kemerdekaan untuk mengungkapkan diri. Bagi golongan mapan dan kaya, hal ini membuat mereka curiga kira-kira akan menguntungkan mereka atau tidak. Sedangkan bagi penguasa penjajah masa itu, pernyataan ini akan membuat mereka sangat waspada akan kemungkinan pemberontakan.

“Kerajaan Allah” berarti Allah memerintah sebagai Penguasa mutlak atas segala sesuatu. Zaman dahulu raja dianggap berkuasa mutlak atas semuanya. Allah diumpamakan seperti raja, karena Allahlah Pencipta alam dengan semesta isinya, termasuk seluruh manusia. Jadi Dialah Penguasa sesungguhnya atas semuanya.

“Kerajaan Allah sudah dekat dengan kalian” berarti Pemerintahan Allah secara mutlak sudah mendatangi umat untuk membentuk mereka hidup dengan lebih baik. Ayat 6-9 menyatakan bahwa yang menerimanya akan mengalami damai sejahtera dan pemulihan. Sebaliknya bagi yang menolaknya (ay.6,10-16), tidak akan ada damai sejahtera. Tuhan tidak pernah berjanji meniadakan masalah dalam hidup orang, karena masalah adalah bagian dari proses hidupnya untuk menjadi manusia sejati atau tidak. Namun Tuhan menjanjikan damai sejahtera bagi orang-orang yang menerima Dia secara utuh menjadi pedomannya menyikapi masalah hidup. Sebaliknya yang merasa diri paling benar tidak akan dapat menerima Allah mengatur dirinya secara mutlak dalam menyikapi masalah, sehingga tidak mungkin mengalami damai sejahtera, dan tentu tidak dapat membaginya dengan orang lain.

Refleksi

Menerima Tuhan dalam hidup kita, berarti menerima Dia memerintah mutlak dalam segala hal yang kita kerjakan, bukan membiarkan hasrat atau ide kita sendiri yang berkuasa. Namun di masa kini banyak yang justru mengaitkannya dengan memperoleh kekayaan harta dan jabatan tinggi. Bagaimana dengan kita?

Tekad

Terus membawa dan menyebarkan damai sejahtera Tuhan sebagai utusan-Nya.

Tindakan

Lebih hati-hati mengenali sikap manakah yang Tuhan mau, supaya benar-benar membawa damai.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«