suplemenGKI.com

Bacaan : Roma 9 : 7-29.

“DIPILIH DAN DIBENTUK MENURUT KEHENDAKNYA

PENGANTAR :
Pak Suto dan Bu Siti telah membina rumah tangga selama  15 tahun, namun belum dikaruniai seorang anak. Takut kalau mereka tidak dikaruniai anak maka mereka sepakat untuk mengambil anak angkat. Namun ketika mereka berunding, mereka memiliki kriteria sebagai berikut : ia anak laki-laki, harus ganteng, pandai, baik hati, ramah dan memiliki kelebihan yang lain. Setelah kriteria disepakati mereka segera mencari  di panti-panti atau di mana saja namun mereka tidak mendapatkannya. Sampai akhirnya mereka menyerah dan memutuskan untuk mengambil seorang anak bayi yang mudah dibentuk.

PEMAHAMAN :
1. Apakah kriteria ( dasar-dasar) Allah dalam memilih umatNya ? (ayt 7-18)
2. Apakah tujuan Allah dalam memilih umatNya ? ( ayt 19-29).
3. Pelajaran apa yang dapat kita petik melalui renungan kita ?

Seandainya Tuhan memilih umatNya dengan kriteria, harus baik, suci dan sempurna. Apakah Tuhan akan mendapatkan umat pilihan seperti yang dimaksud ? tidak mungkin Tuhan mendapatkan umat pilihan dengan kriteria tersebut diatas, sebab semua manusia telah berdosa dan tidak seorangpun yang sempurna. Tuhan memilih umatNya tidak berdasarkan perbuatan atau kebaikan seseorang. Buktinya ialah Yakub yang dipilihnya sedangkan Esau ditolaknya. Hal itu bukan berarti Allah sewenang-wenang dalam memilih seseorang, tetapi pemilihan tersebut didasarkan pada Kebijaksanaan dan rencanaNya yang penuh kasih. Pemilihan Allah juga tidak terbatas pada satu bangsa tetapi kepada semua yang mau percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, termasuk kita.

Lalu, apa tujuan Allah memilih ? Ayat 19-29 Paulus memberikan penjelasan tentang Tukang periuk dan tanah liat. Tuhan diumpamakan sebagai Tukang periuk sedangkan manusia ( kita ) diumpamakan tanah liat. Tukang periuk memiliki hak/kuasa sepenuhnya atas tanah liat. Ia akan membuat/menjadikan tanah liat sebagai bejana, pot, kuali atau yang lainnya, tanah liat tidak bisa membantahnya, sebelum membuat sebuah bejana tukang periuk itu akan melumerkan tanah liat tersebut, supaya mudah dibentuk. Sesungguhnya kita dipilih Tuhan untuk dibentuk menjadi bejana tanah liat yang berguna. Dalam proses pembentukan hati kita akan dilumerkan/dilembutkan supaya mudah dibentuk menjadi alatNya (bejana)  yang berguna bagi kemuliaanNya. Kita perlu merelakan hati kita untuk dibentuk Tuhan sesuai rencanaNya. Marilah kita merelakan hati kita. Amin.

REFLEKSI :
Renungkanlah ! Tahukah saudara bahwa saudara dipilih Allah menjadi umatNya bukan karena kebaikan saudara ? saudara dipilih berdasarkan kasih karuniaNya. Apa yang harus saudara lakukan ? dalam proses pembentukan, apakah saudara rela atau memberontak ?

TEKADKU :
Ya Tuhan, saya berterima kasih karena Engkau memilih dan membentuk saya sebagai umatMu yang sesuai dengan rencanaMU.

TINDAKANKU :
Mulai hari ini saya harus merelakan hidup saya dalam pembentukan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*