suplemenGKI.com

KESAKSIAN IMAN

Mazmur 145 : 1 – 8  

Pengantar
Dalam pertemuan Pemahaman Alkitab GKI Residen Sudirman (hari Jumat) beberapa waktu yang lalu, diperbincangkan tentang seorang anak perempuan dari negeri Israel yang berstatus tawanan dan menjadi pelayan isteri Naaman. Hal yang paling menarik bagi saya dalam konteks bulan keluarga GKI Residen Sudirman tahun 2020 adalah bahwa adanya seorang anak perempuan Israel yang tidak saja berani, tapi mampu menceritakan tentang adanya nabi di Samaria yang dapat memberi kesembuhan bagi Naaman tentu karena ia (sebagai anak) pernah mendengarkan kesaksian perbuatan TUHAN di tengah lingkungan keluarga dan kaum bangsanya. Maka melalui pembacaan Mazmur 145 : 1 – 8 kita diajak untuk meneladani Daud dan umat TUHAN dalam mempersaksikan perbuatan-perbuatan TUHAN di tengah kehidupan ini.

Pemahaman
Ayat  1 – 3           :  Apa yang tampak dari puji-pujian pengagungan yang disampaikan Daud?
Ayat  4 – 8           :  Apa yang menjadi berita dan nyanyian kesaksian iman dari umat TUHAN?

Puji-pujian pengagungan dari Daud kepada TUHAN berisi pengakuan (kesaksian) akan segala kebesaran TUHAN sebagai ALLAH dan Raja dalam kehidupannya. Dan tampak bahwa proses ini dimulai dari dirinya sendiri terlebih dahulu. Bahwa Daud secara pribadi memuji TUHAN dan memuliakan nama-NYA, setiap hari, seterusnya dan selamanya. Itu artinya di sepanjang waktu hidupnya. Ini dapat menjadi teladan bagi kehidupan pribadi kita maupun keluarga kita.

Selanjutnya Daud juga menyatakan bahwa tidak hanya dirinya yang melakukan kesaksian itu, tapi juga seluruh umat TUHAN. Angkatan demi angkatan, ini juga sejalan dengan ungkapan setiap hari, seterusnya dan selamanya seperti yang terjadi dalam kehidupan Daud secara pribadi. Ada kesinambungan yang terus terjadi dalam kehidupan umat di sepanjang waktu. Ini berarti proses regenerasi hidup beriman dan bersaksi perlu terus dipelihara dan ditumbuhkan bahkan berbuah.

Kesaksian yang diberitakan dan dinyanyikan Daud dan umat TUHAN adalah tentang kemegahan, keperkasaan, kemuliaan, keagungan, keajaiban, kekuatan, kebesaran, kebajikan, keadilan, kesabaran dan kasih setia TUHAN sebagai kemasyhuran bagi nama TUHAN.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita telah memuji TUHAN di setiap hari kehidupan kita?
  • Apakah keluarga dan lingkungan terdekat kita (komunitas tinggal, studi, pekerjaan, pergaulan/hobi) telah mendengarkan kesaksian tentang perbuatan TUHAN?        

Tekad
TUHAN, jadikan aku pribadi yang dapat mempersaksikan ENGKAU dan segala perbuatan-MU.

Tindakanku
Dalam situasi pandemi ini dan seterusnya, saya akan berupaya untuk bersaksi dan berbagi perbuatan TUHAN bagi mereka yang dalam kekuatiran dan kelemahan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*