suplemenGKI.com

Sabtu, 19 Mei 2012.

19/05/2012

Yohanes 17:6-13.

 

Yesus Berdoa Untuk Mereka Yang Akan Ditinggalkan-Nya

            Setiap orang yang akan bepergian jauh, akan minta didoakan oleh orang-orang yang akan ditinggalkannya. Karena, Pertama: Seseorang yang akan bepergian jauh ini akan berhadapan dengan banyak hal yang masih misteri, sehingga ia belum punya strategi untuk menghadapinya. Itu sebabnya dia minta dukungan doa agar Tuhan memberi hikmat ketika harus berhadapan dengan hal-2 yang masih misteri itu. Ke dua: Karena dia akan jauh dari orang-orang yang selama ini dekat, mendampingi, melindungi dan mengasihinya tetapi ketika ia pergi jauh orang-orang itu tidak lagi bisa menjadi andalannya. Ke tiga: Agar sekalipun jarak yang jauh akan memisahkannya dengan orang-2 yang ditinggalkannya namun masih tetap memiliki hubungan dalam saling mendoakan.

Yohanes 17:6-13 ini justru menunjukkan hal yang terbalik, Yesus yang akan meninggalkan mereka atau murid-murid-Nya yang berdoa untuk murid-murid-Nya. Tentu ada pelajaran menarik yang kita dapatkan dari kisah ini, mari kita telusuri.

 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa yang saudara pahami tentang hubungan Bapa dengan Yesus, dan keteladanan apa yang diberikan oleh Yesus dalam doa-Nya yang menyatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu?
  2. Mengapa Yesus akan pergi meninggalkan murid-murid-Nya?
  3. Apa yang mungkin akan terjadi terhadap murid-murid dan orang percaya sehingga Yesus harus mendoakan mereka?

 

Renungan:

Tuhan Yesus adalah Allah sendiri, Dia turun ke dunia untuk misi penyelamatan-Nya adalah atas inisiatif-Nya sendiri. Namun proses kehadiran Tuhan Yesus ke dunia memberi satu pemahaman bahwa Yesus datang ke dunia untuk menjalankan apa yang di perintahkan Bapa yang mengutus-Nya. Hal itu memberi kesan bahwa Yesus adalah utusan Bapa yang harus melaksanakan tugas dari Bapa (band. Yoh 17:8) Pemahaman kita tidak boleh berhenti sampai di situ, melainkan harus dilanjutkan pada bagian berikutnya, perhatikan ayat. 10-11. Bagian ini menjelaskan dengan gamblang tentang hubungan Bapa dengan Yesus, yaitu bahwa Bapa dan Yesus adalah satu dalam pengertian tidak berbeda secara esensi, hakekat dan ototritas. Tidak ada yang diutus dan yang mengutus. Itu sebabnya ketika Yesus berbicara “segala milik-Mu adalah milik-Ku dan milik-Ku adalah milik-Mu” itu menunjukkan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu. Apa yang mengesankan Yesus diutus oleh Bapa adalah untuk memberikan teladan ketaatan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, seperti anak taat melakukan perintah bapanya.

Ketika Yesus akan pergi meninggalkan murid-murid-Nya itu menunjukkan bahwa apa yang menjadi misi-Nya telah dikerjakan dengan tuntas yaitu memberi diri-Nya, mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan manusia yang percaya kepada-Nya. Tetapi Yesus paham bahwa setiap orang yang telah percaya kepada-Nya, masih berada di dunia dan menjadi orang asing atau seteru bagi dunia. berposisi sebagai seteru maka orang percaya akan dibenci, dimusuhi dan dianiaya oleh dunia.

Dunia ini menggambarkan kegelapan sedangkan orang-orang percaya menggambarkan terang atau kebenaran. Yesus tahu bahwa orang-orang percaya tidak dapat melewati tantangan dari dunia jika tidak ada pertolongan dari Dia yang telah menyelamatkannya, itulah sebabnya walaupun Yesus akan meninggalkan kita orang-2 yang telah menjadi milik-Nya namun ia tetap berdoa dan melindungi kita. Agar sekalipun kita berada di dunia yang membenci kita, namun kita tidak perlu kuatir, takut, cemas melainkan tetap bersaksi dan menjadi terang bagi dunia di manapun kita berada, karena Tuhan Yesus senantiasa berdoa bagi kita. Tuhan memberkati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»