suplemenGKI.com

Sabtu, 19 Maret 2016

18/03/2016

PEMENANG: DOA DAN IMAN

Mazmur 31:1-25

 

PENGANTAR
Semua orang, tidak terkecuali orang percaya, pasti mengalami situasi hidup yang berubah-ubah.  Apakah orang percaya membiarkan kehidupan rohaninya terhempas mengikuti turun-naik situasi hidup yang tak menentu?  Seharusnya, dalam menghadapi situasi hidup yang tidak menentu setiap orang percaya semakin bertumbuh dalam hubungan dengan Tuhan.

PEMAHAMAN

Ayat 1-6: Bagaimana situasi yang dialami Daud?  Apa yang segera dilakukan Daud?

Ayat 8-9 : Bagaimana keyakinan Daud akan Allah?

Bagaimana seharusnya respon kita terhadap penderitaan?

Ketika menulis mazmur ini, Daud dikejar-kejar oleh Saul untuk dibunuh.  Kondisinya waktu itu sangat genting karena hampir tidak ada celah bagi Daud untuk mempertahankan atau menyelamatkan dirinya (1Sam. 23:13).  Apa yang Daud lakukan?  la segera berseru dengan sunguh-sungguh kepada Allah sebelum melakukan apa pun (ay.2-5).  Doa sudah menjadi gerakan refleks baginya.  Mengapa demikian?  Sebab ia memang telah menyerahkan hidupnya secara penuh ke dalam tangan Tuhan.  Ay.6 menyatakan “Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia”.  Daud mengenal siapa Allah, karena itu ia tidak ragu sedikit pun untuk mengandalkan Dia dalam segala keadaan.  Bahkan Daud mempercayakan kepada Allah miliknya yang paling berharga yaitu nyawanya (ay.6).  Walaupun masih harus menghadapi ancaman maut, ia dapat tetap bersukacita dan tegar karena Allah adalah setia.  Daud yakin Allah akan tetap menolongnya seperti yang pernah Dia lakukan sebelumnya (ay.8-9).

Jadi, inti Mazmur ini adalah ratapan (ay.10-14) yang berakhir dengan pujian syukur (ay.20-25). Situasi yang membangkitkan ratapan diterima pemazmur dengan doa dan iman.  Doa dan ungkapan iman mendahului (ay.2-6,7-9) dan mengikuti (ay.15,16-19) ratapannya.  Dalam penderitaan, pengenalannya akan Tuhan semakin bertumbuh.  Daud semakin akrab dan berpegang pada Allah (ay.3-5,14-16). Tidak heran bahwa meski tetap harus meratap dalam situasi sulit yang ditanggungnya, akhirnya ia dapat bertahan dan menaikkan pujian syukur kepada Allah.

Mazmur ini dengan mengharukan diucapkan Yesus ketika Ia tergantung di salib “Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku...” (ay.6).  Hal itu berarti Dialah Allah yang memungkinkan kita menerima dan menjalani situasi hidup berat dengan sikap seorang pemenang seperti yang telah di jalani-Nya.  Ketika menghadapi berbagai kesulitan mintalah kepada Allah untuk mengajarkan kita berdoa demikian: “Bapa ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku”.  Doa dan iman kepada Allah adalah kunci dalam meresponi berbagai kesulitan yang kita hadapi.

REFLEKSI                                                                          
Mari merenungkan: Bersama Dia yang telah merubah maut menjadi jalan hidup, maka kita juga dapat menerima situasi sesulit apapun dalam doa dan iman kepada-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk terus hidup dalam doa dan iman kepada-Nya.

TINDAKANKU
Aku akan memulai dan menjalani hari ini dalam doa dan iman kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«