suplemenGKI.com

Sabtu, 19 Juni 2021

18/06/2021

Hati Yang Baik

Lukas 6:43-45

 

Pengantar
                Bagaimana kita bisa mengetahui kalau orang itu baik atau tidak baik? Biasanya kita akan katakan harus mengenal dulu orangnya. Namun bukankah banyak orang yang tertipu dengan orang lain setelah kenal dengan dia, bahkan perkenalannya sudah cukup lama. Bukankah banyak pula orang-orang yang memiliki sahabat menjadi hancur karena sahabatnya berbuat yang tidak baik bahkan jahat keadanya? 

Pemahaman
Ay 43, Apa yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya, tentang seorang pemimpin?
Ay 44, Apa yang diharapkan Yesus dari seorang pemimpin?
Ay 45, Apa yang perlu untuk seorang pemimpin?

Perseteruan antara Yesus dan para ahli Taurat, orang-orang Farisi serta Imam kepala, terjadi setelah Yesus mulai mengajar di Bait Allah. Mereka berusaha untuk menjatuhkan Yesus dan menyalahkan pengajaran Yesus, untuk itu mereka selalu mencari kesempatan yang baik untuk melakukan hal tersebut.

Pada waktu hari Sabat, mereka mendapati murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Bagi orang Farisi yang paling utama menegakkan hari Sabat, sehingga tidak boleh ada orang yang bekerja melakukan pekerjaannya sehari-hari. Demikian juga mereka menyerang waktu Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit pada waktu hari Sabat.

Namun di sisi lain Tuhan Yesus juga mengajarkan bagaimana murid-murid-Nya memperlakukan sesamanya dengan baik, bahkan kalau ada yang memusuhinya para murid diajarkan untuk tetap mengasihinya. Tuhan Yesus juga mengajarkan untuk para murid tidak dengan mudah menghakimi sesamanya, atau memberikan label-label yang negatif kepada orang lain.

Pada bagian lain Yesus  mengajarkan para murid juga waspada terhadap semua pemimpin yang ada dan pengajarannya. Maka Yesus memberikan gambaran bagaimana seseorang dapat mengetahui pemimpinnya itu baik atau tidak dengan sebuah gambaran tentang pohon. Yesus menegaskan bahwa pohon yang baik selalu menghasilkan buah yang baik pula. Itu berarti pemimpin yang baik akan menghasilkan murid-murid yang baik dan pengajaran yang baik pula.

Orang yang baik akan selalu menghasilkan pekerjaan-pekerjaan yang baik pula, itu semua terjadi karena orang yang baik selalu menyimpan hal-hal yang baik dalam hatinya. Orang yang baik tidak mau menyimpan hal-hal yang jahat atau hal-hal yang pahit dalam hidupnya namun membuangnya jauh-jauh. 

Refleksi
Ambil beberapa waktu untuk merenungkan: Apa yang saya simpan dalam perbendaharaan hatiku?

Sudahkah saya membuang hal-hal yang pahit dan jahat dalam hidupku? Bagaimana saya mengisi hatiku supaya tetap menjadi baik?

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk terus berani introspeksi apa yang ada dalam hati saya, ampuni saya kalau saya mudah menyimpan hal-hal yang pahit dan jahat. Dan biarlah aliran hidup-Mu terus memancar dalam hidupku. Demi Kristus saya berdoa. Amin

Tindakanku
Hari ini saya ingin memperkatakan yang baik kepada orang yang saya jumpai, supaya hal-hal yang baik terjadi juga dalam hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«