suplemenGKI.com

Sabtu, 19 Juni 2010

18/06/2010

Lukas 8:36-39.

Menjadi Saksi Kuasa Yesus

Pengalaman menyaksikan sesuatu yang menakjubkan adalah sesuatu yang menjadi kenangan tersendiri dan terindah dalam kehidupan kita. Suatu kali saya menyaksikan seorang anak kelas 3 SD melakukan konser piano di sebuah acara besar. Semula saya meragukan kemampuan anak tersebut, apalagi ketika dia naik ke panggung dengan tubuh kecil, lugu dan kurang meyakinkan. Dalam hati saya berkata “Apa bisa anak itu menguasai dirinya, apa dia tidak grogi melihat begitu banyaknya  penonton yang menyaksikanya nanti, apa dia bisa main bagus ya, dan seterusnya…” Itulah yang ada dalam perasaan saya saat itu. Tetapi betapa kaget dan kagumnya saya, bahkan tentu semua penonton yang ada dalam gedung tersebut pasti juga mengalami seperti yang saya alami. Karena melihat kelincahan, kepiawaian dan kecerdasan seorang anak kelas 3 SD bisa memainkan piano dengan begitu baik. Pengalaman menyaksikan momen itu menjadi kesan yang tak terlupakan dalam hidup saya sampai hari ini, itu juga yang membuat saya senang setiap kali mendengar seseorang memainkan piano dengan bagus, walaupun saya sendiri tidak bisa bermain piano.

Hari ini kita menyaksikan bagaimana seseorang yang telah pulih itu menjadi saksi tentang pengalamanya disembuhkan oleh Yesus kepada banyak orang.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa yang saudara pikirkan berkaitan dengan tindakan orang banyak yang takut bahkan meminta Yesus meninggalkan mereka? (ay. 36-37)
  2. Apa yang menjadi perbedaan orang banyak dengan seorang yang telah dipulihkan oleh Yesus dalam hal menyaksikan kuasa Yesus? (ay. 38-39)

Renungan:

Setelah seorang gerasa itu dipulihkan dari kerasukan setan, ada beberapa orang melihat dengan mata kepalanya sendiri. Mereka lalu menceritakan kepada banyak orang penduduk daerah gerasa. Tetapi yang menjadi aneh orang-orang penduduk di daerah gerasa bukan menjadi kagum dan mengakui kekuasaan Yesus tetapi malah meminta supaya Yesus pergi meninggalkan mereka. Alasanya mereka sangat ketakutan. Perlu diketahui bahwa penduduk daerah gerasa telah sekian lama menyaksikan dan dihantui oleh kuasa setan yang suka merasuki manusia. dalam benak mereka bahwa Yesus pun dianggap sama dengan kuasa setan-setan itu. Mengapa hal itu bisa terjadi, karena mereka tidak mengalami kuasa Yesus yang sesungguhnya, mereka hanya mendengar dari beberapa orang yang melihat secara langsung. Kepercayaan mereka terhadap berita kuasa Yesus tidak didarasi oleh pengalaman pribadi mereka, sehingga mereka tidak bisa membedakanya dengan kausa setan.

Berbeda dengan seorang yang telah dipulihkan, ia mengalami kuasa Yesus, ia mengenal Yesus yang mengusir kuasa setan yang merasukinya. Dia tidak menjadi takut tetapi sebaliknya dia ingin bersama dengan Yesus. Namun Yesus memahami perasaan orang banyak di daerah gerasa, sehingga Yesus menolak seorang yang sudah pulihkan untuk mengikuti-Nya, tetapi memerintahkan dia untuk menyksikan apa yang telah ia alami dari Kuasa Yesus. Dan saudara perhatikan orang itu lalu berkeliling ke seluruh kota dan menyaksikan kuasa Yesus yang telah dialaminya.

Ketika kita mengalami kasih, kuasa dan kebaikan Tuhan, kita pasti tidak akan tahan untuk tidak taat kepada perintah Yesus untuk menyaksikan kasih, kuasa dan kebaikan-Nya melalui pelayanan kita kepada orang lain. Maka jangan pernah menolak menjadi saksi Tuhan Yesus: melalui pelayanan, kepedulian kepada orang lain jika anda telah mengalami kasih, kuasa dan kebaikan-Nya.

Kasih dan kuasa serta kebaikan-Nya membuat kita sanggup dan taat menyaksikan Yesus kepada orang lain

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«