suplemenGKI.com

Sabtu, 19 Juli 2014

18/07/2014

Matius 7:15-23

 

Orang Benar Menghasilkan Buah Yang Benar

 

Pengantar
Di dalam dunia ini seharusnya orang menyukai hal-hal yang baik dan benar, namun tidak dapat disangkali  banyak orang yang juga senang melakukan hal-hal yang salah dan tidak benar. Orang-orang yang biasanya senang berbuat salah dan tidak benar memiliki tujuan hanya untuk kesenangan pribadi atau kepentingan pribadi.

 

Pemahaman

Ayat 15, Apa yang Yesus katakan tentang nabi-nabi Palsu?

Ayat 16-20, Apa yang menjadi ciri utama dari nabi-nabi Palsu?

Ayat 21-23, Apa yang dinasihatkan Yesus kepada pendengarnya pada akhir jaman?

Yesus mengingatkan kepada para pengikutnya untuk berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu, mereka ini melakukan perbuatannya dengan sangat cerdik sehingga banyak orang yang akan kena perangkapnya. Yesus menyebutkan mereka ini menyamar sebagai domba namun sesungguhnya mereka adalah srigala.

Tuhan Yesus mengajarkan mereka untuk mengenalinya dengan melihat hasil karya yang telah mereka capai. Bagaimanakah dengan pengikut-pengikut nabi-nabi palsu? Apakah mereka ini mendatangkan damai, sukacita, ketenangan atau sebaliknya yaitu pertentangan, iri hati, duka-cita atau permusuhan?

Tuhan Yesus memberikan gambar bahwa pohon yang baik pasti buahnya baik, pohon yang tidak baik pasti hasilnya tidak baik juga. Demikian juga dengan manusia, orang yang baik seharusnya menghasilkan karya yang baik juga dan pengikutnya menjadi orang yang baik juga

Tuhan Yesus juga mengingatkan bahwa apa yang kita kerjakan dan lakukan tidak hanya berhenti di dunia ini saja, namun akan berlanjut dalam kehidupan yang akan datang. Artinya orang yang hidupnya baik dan benar bukan saja hanya berbuah di dunia ini saja, namun Tuhan juga mengingatnya dan mengijinkan masuk ke kerajaanNya. Demikian juga sebaliknya, orang yang tidak benar dan jahat, sekalipun dapat menyamar seperti domba tetap akan ketahuan sebagai srigala yang tentunya akan mendapatkan penghukuman dari Tuhan.

 

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan secara pribadi, apakah saya ini sebagai orang yang baik atau jahat?
Kapan saya terakhir berbuat baik atau berbuat jahat?

 

Tekad
Ya Tuhan Yesus, seringkali kami menganggap diri kami baik-baik aja, namun kami sesungguhnya tidak pernah menghasilkan buah dalam hidup ini. Ampuni kami Tuhan Yesus.

 

Tindakan
Mencari satu orang/kawan untuk kita mempraktekkan perbuatan baik kita hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«