suplemenGKI.com

Yohanes 2:1-4.

 

Nantikanlah Tuhan Melakukan Pekerjaan-Nya
Sesuai kehendak-Nya!

 

Pengantar:
            Banyak hal yang bisa mendorong seseorang sehingga ingin melakukan sesuatu atau meminta orang lain melakukan sesuatu, walaupun sebetulnya apa yang ingin dilakukannya adalah tidak sewajarnya atau tidak pada tempatnya. Misalnya: Rasa tanggungjawab terhadap keadaan yang terjadi, ingin agar situasi menjadi lebih baik, ingin berpartisipasi terhadap kesulitan atau keadaan yang membutuhkan solusi atau karena merasa yakin bahwa ada solusi yang akan menjawab persoalan yang sedang terjadi. Frasa yang menarik untuk dipelajari dalam Yohanes 2:1-4 adalah permintaan Maria dan jawaban Yesus. 

Pemahaman:
            Dalam Yohanes 2:3 Maria berkata kepada Yesus “Mereka kehabisan anggur” Frasa itu penuh makna, antara lain: Merupakan sebuah permohonan Maria kepada Yesus, menunjukan bahwa dalam pesta itu sedang terjadi masalah (kehabisan anggur), Maria merasa bertanggungjawab untuk menemukan solusinya dan Maria merasa sudah waktunya untuk Yesus menyatakan segala perkara yang selama ini disimpan di dalam hatinya (band Luk 2:19, 51) Maria berpikir bahwa sudah saatnya Yesus memulai pekerjaan-Nya sebagai Mesias. Itulah pengharapan yang ada di dalam benak Maria.     Frasa yang tidak kalah menarik adalah jawaban Yesus “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba” Perkataan itu tentu cukup menusuk hati Maria, sebab seolah-olah Maria tidak berhak lagi untuk menyuruh Yesus sebagaimana kebiasaan seorang ibu terhadap anaknya. Yesus bukan menolak permohonan ibu-Nya, namun Ia memberi semacam isyarat bahwa Ia akan melakukan sesuatu menurut perintah Bapa-Nya. J. Wesley Brill, mengatakan, “jawaban Yesus itu adalah hendak menunjukan kepada Maria bahwa diri-Nya harus melakukan pekerjaan Bapa-Nya dan sekarang hanya Bapalah yang berhak menyuruh atau mengatur Yesus” Sebuah pelajaran yang sulit bagi Maria, tetapi ia harus menerimanya, karena hal itu mengajarkannya untuk membiarkan Allah melakukan pekerjaan-Nya menurut kehendak-Nya. 

Refleksi:
            Dalam banyak hal, baik disadari atau tidak, kita sering tidak rela membiarkan Allah melakukan pekerjaan-Nya sesuai denngan kehendak-Nya. Coba renungkan sejenak ketika kita berdoa, terkadang kita tidak rela membiarkan Tuhan bekerja sesuai dengan kehendak-Nya. Ketika kita berdoa memohon sesuatu tidak jarang kita ditunggangi atau dikendalikan oleh kemauan, keinginan atau motivasi kita yang berorientasi pada kepentingan diri kita sendiri (self oriented) Seakan kita merasa lebih tahu dari pada Tuhan, merasa lebih bertanggungjawab dari pada Tuhan dan tidak jarang kita merasa berhak mengatur Tuhan. Jika hal itu masih terjadi dalam diri kita maka artinya kita belum membiarkan Tuhan bekerja sesuai kehendak-Nya. Kita salah di hadapan Tuhan.

Tekadku:
            Mari kita belajar untuk mempercayai bahwa Tuhan jauh lebih mengerti dari kita, Tuhan jauh lebih sanggup dari pada kita, Tuhan jauh lebih tepat waktunya untuk melakukan pekerjaan-Nya demi menolong atau memberi solusi bagi persoalan kita, sebab Dia jauh lebih bertanggungjawab terhadap kehidupan kita. 

Tindakanku:
Mulai saat ini saya mau belajar mempercayakan Tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya sesuai dengan kehendak-Nya dalam hidup ini dan bukan mencoba untuk memaksakan agar Tuhan melakukan kehendak saya dalam hidup saya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*