suplemenGKI.com

BERTUMBUH BERSAMA

Lukas 1:39-45

 

PENGANTAR
Ada sebuah kutipan yang mengatakan “dibutuhkan dua batu api untuk membuat api”.  Kutipan ini sejalan dengan pengalaman waktu Sekolah Dasar di acara Pramuka.  Kakak pembina mengajarkan bagaimana memunculkan api dengan cara sederhana.  Dua batu saling digesekkan beberapa kali di atas rumput kering.  Dan benar ketika mempraktikkannya bersama teman-teman, ada percikan api yang kemudian membakar rumput kering.  Pada saat itu, cara sederhana tersebut mengajarkan bahwa untuk mencapai keberhasilan dibutuhkan kerjasama yang saling menopang.  Kebenaran ini juga yang tampak dari pertemuan Maria dan Elisabet dalam bacaan hari ini.  Mari kita renungkan!

PEMAHAMAN

  • Mengapa Maria pergi ke rumah Elisabet? (ayat 36, 39)
  • Bagaimana tanggapan keduanya ketika mereka saling bertemu? (ayat 41 & 56)
  • Apakah saudara mempunyai teman yang bisa menjadi tempat untuk berbagi cerita?

Maria paham benar bagaimana pandangan budaya Yahudi terhadap wanita yang menikah namun belum mempunyai keturunan, seperti Elisabet.  Apalagi Zakharia, suaminya seorang imam yang secara tradisi semestinya akan meneruskan tugas keimaman pada keturunannya.  Waktu berlalu tanpa perubahan sampai mereka berdua lanjut usia (ayat 7).  Namun pada akhirnya, berita kehamilan Elisabet turut meneguhkan iman Maria tentang kepedulian Allah kepada umat-Nya. Di sisi lain, Maria secara pribadi seolah menemukan rekan sepenanggungan.  Elisabet mengandung di masa tuanya, sedangkan Maria mengandung di masa pertunangannya.  Keduanya dipertemukan melalui pengalaman iman yang paling kritis.  Tidakkah Allah terlambat bagi Elisabet, atau terlalu cepat bagi Maria?  Tidakkah Allah salah dalam mengerjakan rancangan keselamatan bagi umat-Nya?  Pergumulan itu mereka bawa dalam perjumpaan yang saling meneguhkan.

Salam Maria bukan hanya membuat bayi Yohanes “melonjak”, tetapi juga menguatkan iman Elisabet dan mengalami kepenuhan Roh Kudus.  Elisabet dimampukan memahami dan meyakini sepenuhnya kebenaran karya Allah seperti yang diterima suaminya melalui malaikat Gabriel (ayat 15).  Elisabet membalas dengan ucapan berkat kepada Maria (ayat 42) dan meneguhkan panggilannya sebagai ibu yang melahirkan Yohanes sebagai pembuka jalan bagi kedatangan Sang Mesias (ayat 45).  Maria juga menerima berkat Elisabet sebagai kebenaran yang meyakinkan panggilannya (ayat 48).  Perjumpaan dua sepupu itu pada akhirnya melahirkan madah indah tentang Allah dan karya-Nya (ayat 46-55).  Keduanya bertumbuh bersama seiring dengan keputusan Maria tinggal selama 3 bulan di rumah Elisabet (ayat 56).  Keduanya saling menguatkan, seperti pertemuan dua batu api untuk menghasilkan api yang menghangatkan.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Tuhan senantiasa menyediakan sesama sebagai sahabat dan rekan dalam menjalani ketaatan.  Kehadiran rekan atau orang-orang di sekitar bisa dipakai-Nya memberi konfirmasi rencana Allah dalam hidup kita;  sebaliknya kehadiran kita pun punya andil dalam perjalanan hidup dan pelayanan sesama kita.  Jadi mari saling berbagi kasih dan kebesaran Tuhan dalam perjumpaan dengan orang-orang di sekitar. 

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah agar aku percaya akan penyertaan-Mu yang bisa memakai kehadiran sesamaku.  Tolonglah agar dalam perjumpaan kami bisa berbagi kasih dan kebesaran-Mu, yang dimulai dari diri kami sehingga saling meneguhkan iman.

TINDAKANKU
Aku mau menjadi teman, sahabat atau jemaat yang mau berbagi kasih dan kebesaran Tuhan dalam perjumpaan dengan sesama yang terbatas ini sehingga bertumbuh bersama dan saling meneguhkan iman.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*