suplemenGKI.com

Bergegas Menyongsong Rahmat

Bacaan Lukas 1:39-45

 

Pengantar

Pernahkah Saudara mengambil sikap bergegas? Pasti pada saat bergegas itu ada sesuatu yang penting bagi kita. Pada renungan hari ini, kita akan berefleksi dari seseorang yang sedang bergegas.

 

Pemahaman

Ay. 39    : Apakah ungkapan “Beberapa waktu kemudian” dalam ayat ini menunjukkan bahwa Maria sedang bergegas? Mengapa Saudara berpendapat demikian?

Ay. 40    : Menurut Saudara, apakah alasan Maria menemui Elisabet?

Ungkapan “Beberapa waktu kemudian” bukanlah ungkapan adanya rentang waktu yang cukup lama antara saat Maria mendapat kunjungan Gabriel dengan saat ia mengunjungi Elisabet. Dalam terjemahan bahasa Inggris (AV: in those days) atau Bahasa Indonesia Sehari-hari, “Segera sesudah itu” kita mendapat konfirmasi adanya unsur kesegeraan dalam frasa “beberapa waktu kemudian” tersebut. Hal ini selaras dengan frasa berikutnya, “…dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda”. Istilah Yunani yang diterjemahkan sebagai kata “langsung” dalam frasa terakhir ini mengandung pengertian bersemangat, bergegas. Dalam Markus 6:25, kata yang sama diartikan “cepat-cepat”.

Bila kita memperhatikan konteksnya, maka kesegeraan Maria untuk pergi mengunjungi Elisabet yang tinggalnya berjarak tempuh bisa sampai tiga hari itu, sangat dapat dipahami. Pertama, Maria membutuhkan tempat untuk menenangkan diri setelah mendapat kabar kehamilannya yang sangat mengejutkan itu. Bersama dengan Elisabet, ia bukan hanya mendapatkan ketenangan, tetapi juga kekuatan dan dukungan dari seorang senior – baik secara jasmani maupun rohani. Kedua, Maria ingin saling berbagi sukacita dengan Elisabet yang sedang mengandung pada masa tuanya (Luk. 1:36). Tentu ini adalah kabar yang sangat menggembirakan, sebab kemandulan pada masa itu dianggap sebagai aib yang ditimpakan Tuhan atas orang tersebut. Di sisi lain, Maria juga dapat berbagi sukacita yang dia alami pula. Ketiga, Maria tentu juga ingin memastikan kebenaran berita yang disampaikan Gabriel. Apa yang dialami Maria sangatlah fenomenal. Penegasan demi penegasan akan kebenaran berita itu pastilah sangat bermanfaat. Namun demikian perlu diingat bahwa penegasan ini bukanlah menjadi dasar iman Maria. Sebab dalam ayat 38, Maria sudah menyatakan percayanya dengan mempercayakan diri kepada Allah.

Refleksi

Dalam minggu adven ini, kita sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran Kristus. Apakah kita menyambutnya dengan bergegas? Atau tanpa antusias karena menganggap sebagai rutinitas?

 

Tekad

Doa: Tuhan, tolong saya untuk memiliki antusias menyambut kedatangan-Mu. Amin.

 

Tindakan

Dalam sebulan ini, saya akan sudah tiba di gereja 30 menit sebelum ibadah dimulai, sebagai wujud semangat saya menyongsong kehadiran Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*