suplemenGKI.com

Sabtu, 19 April 2014

18/04/2014

SABTU SUNYI

Matius 27:57-66

 

Pengantar
Hari ini dalam kalender liturgi disebut sebagai Sabtu sunyi. Inilah hari yang sunyi yang dirasakan para murid, saat YESUS berada dalam kubur.  Kesedihan dan rasa kehilangan menciptakan kesunyian di hati mereka.  Apakah yang perlu dilakukan di Sabtu Sunyi? Marilah kita merenungkannya. 

Pemahaman
Ayat 57 – 60        : Mengapa Yusuf, orang Arimatea tergerak untuk
                                     menguburkan mayat KRISTUS?

Ayat 61                   : Mengapa Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal dan
                                     duduk di depan kubur? Kira-kira bagaimanakan kondisi
                                     perasaan mereka ?
Ayat 62- 66          : Mengapa kubur YESUS perlu dijaga?

Kematian telah mengakhiri penderitaan YESUS di dunia. Namun sesungguhnya siapa yang bertanggungjawab terhadap tubuh YESUS? Apakah akan tetap tergantung di kayu salib hingga membusuk? Menurut hukum pemerintahan Romawi, seorang penjahat yang mati di kayu salib dan tidak diambil oleh sanak keluarganya akan terus dibiarkan hingga tubuhnya membusuk. Hal itu pun mungkin akan diberlakukan bagi tubuh YESUS sebab keluarga YESUS dari Galilea, bukan dari Yerusalem. Syukurlah Pilatus mengijinkan Yusuf dari Arimatea, seorang Yahudi yang kaya, yang meminta tubuh YESUS untuk dikuburkan secara layak.

Yusuf dari Arimatea adalah anggota Sanhedrin, punya kedudukan dan orang terpandang  tapi ia peduli dengan YESUS.  Oleh karena itulah Yusuf mau mengurus mayat YESUS. Ia membungkus mayat YESUS dengan kain kafan, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur milik-Nya sendiri. Dengan demikian genaplah nubuat nabi Yesaya dalam Yesaya 53:9, “ Orang  menempatkan kubur-Nya di antara orang fasik, tetapi di dalam mati-Nya Dia bersama dengan seorang kaya.”

Pada saat yang sama, para pemimpin orang Yahudi juga  mengingat perkataan YESUS bahwa sesudah  tiga hari, IA akan bangkit. Mereka kuatir dan takut sehingga mereka memohon kepada pemerintah  agar mengirimkan penjaga untuk menjaga kubur YESUS. YESUS sudah wafat namun mereka kuatir bahwa ucapan-Nya benar.

Bagaimana kondisi murid-murid pada waktu itu? Bacaan ini hanya mengisahkan tentang Maria Magdalena dan Maria yang lain yang masih diliputi kesediahan dan suasana kehilangan sehingga bertahan duduk di depan kubur Sang Guru. Tampaknya mereka mengekspresikan kesedihan dan rasa kehilangan dengan berjaga-jaga dan berdoa di sana. Kesedihan dan rasa kehilangan tidak boleh melemahkan semangat. Maria Magdalena serta Maria yang lain melakukan sesuatu yang menunjukkan cinta pada KRISTUS. 

Refleksi
Ambillah waktu hening! Nyatakan cinta pada KRISTUS yang telah berkorban menyelamatkan kita semua dengan berdoa dan memuji DIA. Seberapa banyak waktu yang Saudara miliki setiap hari untuk berdoa dengan tenang?

Tekadku
TUHAN mampukan aku menyediakan waktu yang cukup untuk berjumpa dengan-Mu dalam doa.

Tindakanku
Hari ini aku akan mengajak keluargaku untuk mengambil waktu hening dalam ibadah keluarga.Mulai hari ini aku akan menyediakan waktu yang cukup untuk berjumpa dengan TUHAN  dalam doa dan ibadah bersama keluarga.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«