suplemenGKI.com

Lukas 16:1-9

Hati-Hati Dengan Tipumuslihat

Kita paling tidak suka dengan orang yang suka menipu. Menipu adalah pekerjaan yang sangat merugikan orang lain. Seringkali orang yang ditipu itu ketika ditipu ia sama sekali tidak sadar kalau sedang ditipu, dia baru sadar ketika dia merasa telah dirugikan. Kesadaran setelah mengalami penipuan memang sudah tidak ada gunanya, karena sudah terlambat. Kita bisa menjadi sangat kecewa, marah dan benci karena  telah ditipu. Tetapi semuanya sudah tidak ada gunanya. Mungkin yang menipu kita sudah pergi jauh atau mungkin uang atau barang kita yang telah diambilnya dengan cara menipu sudah dijualnya atau dinikmatinya sampai habis, dan mungkin dia berkata “Salahnya anda sendiri mengapa mau ditipu”  Wah itu sangat menyakitkan.

Lukas 16:1-9 ini sebuah perumpamaan Tuhan Yesus yang berbicara tentang seorang bendahara yang tidak jujur. Karena tuannya telah mendengar gunjang-ganjing di luar tentang sepak terjang yang tidak baik dari si bendahara tersebut, maka tuannya harus mengambil suatu tindakkan terhadapnya.

Penting bagi kita untuk mengetahui sepak terjang bendahara yang tidak jujur itu, dan bagaimana tindakkan tuannya:

  1. Menurut anda, apa yang menjadi tindakkan sang tuan terhadap bendahara itu bijaksana?
  2. Kesan apa yang anda lihat dari sepak-terjang si bendahara yang tidak jujur itu?
  3. Apa maksud pernyataan Tuhan Yesus dalam perumpamaan di ayat 8-9?

Renungan:

Ketika tuan mengambil tindakkan dengan memanggil bendahara yang tidak jujur itu setelah mendengar gunjang-ganjing di luar tentang bendahara itu, merupakan suatu konsekuensi dari sebuah tindakkan yang tidak baik dan merugikan orang lain yaitu sang tuan yang kaya. Ayat. 1 mencatat bahwa bendahara itu telah menghambur-hamburkan milik sang tuan. Langkah pertama yang dilakukan tuan dengan cara memanggil bendahara untuk meminta pertanggungjawabannya. Sebuah tindakkan tuan itu sangat bijaksana. Karena setelah meminta pertanggungjawaban baru akan mengambil keputusan untuk memecatnya.

Hal yang sangat mengejutkan adalah si bendahara langsung merasa kuatir, cemas dan seakan tidak punya pengharapan lagi. Bahkan seakan tidak ada lagi pekerjaan lain yang bisa menanpung dia.  Ada apakah dengan si bendahara yang tidak jujur itu?  Rupanya dia telah merasa bahwa dirinya akan jatuh menjadi orang yang paling hina dan memalukan (ay. 3) Semua itu terjadi karena dia menyadari konsekuensi yang bakal diterima akibat perbuatannya.

Tetapi rupanya jiwa ketidakjujurannya tidak gampang menyerah, anda bisa melihat tindakkannya di ayat. 4-7. Sebuah tindakkan yang juga dilandasi ketidakjujuran, kelicikan dan manipulasi. Saudara bisa bayangkan berapa lagi orang lain yang menjadi korban ketidakjujurannya. Bagaimana dengan pujian dari tuan ayat. 8 itu dapat kita pahami! yaitu ternyata si bendahara yang mewakili anak-anak dunia itu mampu memenukan jalan lain untuk menutupi kegagalannya, mampu mencari jalan keluar dengan cara cerdik dan licik di saat kesulitan.  Bagi Yesus dengan ucapan di ayat. 9 merupakan sindiran tajam. Tujuan bahasa sindiran itu adalah untuk menegur dan menyadarkan orang yang tidak sadar akan kesalahannya dan tetap menganggap dirinya baik karena bisa keluar dari masalahnya sekalipun dengan jalan licik dicampur cerdik. Seakan-akan Yesus mau mengatakan “Aku sudah memperingatkan dengan cara yang halus tetapi jika tidak didengar, maka akibatnya tanggung sendiri” Saudara sebelum akibat ketidakjujuran menjadi lebih buruk, sebaiknya segera sadar dan mendengar serta taat pada peringatan Yesus yang penuh kasih.

“Aku menasihatkan kamu dengan kasih dan lemah lembut, baiklah kamu mendengarkannya supaya kamu terhindar dari kesusahan yang lebih besar”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*