suplemenGKI.com

1Tesalonika 5:7-11.

Sikap Yang Benar Menyambut Kedatangan Kristus Ke Dua Kali.

Pengantar
            Pernahkan saudara ditugaskan atau dipercayakan untuk mewakili instansi atau perusahaan atau lembaga tempat saudara bekerja untuk menyambut utusan atau pejabat pemerintah yang akan datang berkunjung ke tempat saudara bekerja? Apa yang saudara lakukan ketika mendapat kepercayaan tersebut? Pasti saudara akan mempersiapkan diri dengan baik, termasuk menjaga sikap, tingkah laku dan pembawaan saudara bukan? Hari ini kita akan memperhatikan nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika, bagaimana sikap hidup yang benar dalam menantikan kedatangan Kristus ke dua kali.

Pemahaman

  1. Siapakah “mereka” yang dimaksud oleh Paulus dalam ayat 7 dan siapakah “kita” di dalam ayat 8?
  2. Mengapa “kita” harus menampilkan sikap yang berbeda dengan “mereka” di dalam menantikan kedatangan Kristus ke dua kali?

Kata “mereka” pada ayat 7 adalah mengarah pada orang-orang dunia atau orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus. Mereka dikatakan tidur di waktu malam dan mabuk di waktu malam, ungkapan yang menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak percaya di dalam menjalani hidupnya diisi dengan pesta pora, kesenangan duniawi dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan (baca: hidup bertentangan dengan kebenaran Tuhan) Itulah sikap mereka dalam menjalani hidupnya. Sedangkan “kita” pada ayat 8, itu menunjuk pada orang-orang percaya, yang harus berbeda sikapnya dengan “mereka”  yaitu selalu sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, berketopongkan pengharapan keselamatan, artinya hidup dalam kebenaran firman Tuhan, menjaga kesetiaan kepada Tuhan dan memancarkan kasih kepada sesama sebagai wujud kasih kepada Tuhan.

Bersikap seperti nasihat Paulus, bukan karena sebuah kewajiban atau tanggungjawab supaya ketika Kristus datang dianggap layak atau memenuhi syarat menyambut Dia, tetapi merupakan nilai hidup yang membedakan kita sebagai orang-orang percaya dengan orang-orang yang tidak percaya. Pernyataan Paulus di ayat 9-10 menegaskan bahwa kita yang percaya sudah seharusnya bersikap benar dalam menjalani hidup ini terutama dalam rangka menantikan kedatangan Kristus, sebab kita ini sudah ditebus dengan darah Kristus yang menyelamatkan kita. Sikap demikian harus menjadi gaya hidup yang kemudian dapat dilihat oleh orang lain (baca: menjadi saksi bagi sesama agar mereka juga percaya kepada Kristus)

Refleksi
Mari kita merenung sejenak dan bertanya pada diri sendiri, sudahkah kita bersikap yang benar dalam menantikan kedatangan Kristus ke dua kali, sehingga menjadi saksi bagi sesama?

Tekad
Tuhan Yesus, mampukan saya untuk bersikap benar dalam menantikan kedatangan-Mu yang ke dua kali, agar melalui sikap hidup saya yang benar orang lain dapat mengenal Engkau.

Tindakkan
Menjaga hati, perkataan dan perbuatan agar seturut dengan kebenaran firman Tuhan senantiasa, karena itulah yang akan membuat orang lain melihat Kristus dalam hidup ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*