suplemenGKI.com

Sabtu, 18 Mei 2019

17/05/2019

KASIH ALLAH MENEMBUS BATAS PERBEDAAN

Wahyu 21:1-6

 

Pengantar
Tembok Berlin dibangun oleh pemerintahan komunis Jerman Timur di bawah pimpinan Walter Ulbricht pada tanggal 13 Agustus 1961. Hal ini terjadi karena setelah perang dunia ke 2 berakhir, Jerman dipecah menjadi dua bagian. Bagian Barat dikuasai oleh Amerika Serikat, Britania Raya dan Perancis yang berpaham kapital-liberal, sedangkan bagian Timur dikuasai oleh Uni Soviet yang beraliran komunis. Perekonomian Jerman Barat mengalami kemajuan, tetapi tidak demikian dengan Jerman Timur. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, tembok berlin akhirnya diruntuhkan, warga Jerman Barat dan Jerman Timur kembali bersatu dan membangun negara mereka dengan lebih baik lagi. Saudara, “tembok” seringkali digambarkan sebagai pemisah relasi kehidupan antar umat manusia. Namun, tembok pemisah itu akan hancur ketika Allah turut hadir bekerja untuk menyatukan perbedaan yang ada di antara manusia.

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Penglihatan apakah yang disaksikan oleh Yohanes?
  • Ayat 3-4         : Dalam penglihatannya, apa yang akan Allah lakukan ketika bersama-sama dengan umat-Nya?
  • Ayat 5-6         : Apa makna bahwa Allah akan menjadikan segala sesuatunya menjadi baru?

Kitab Wahyu ditulis oleh Yohanes sewaktu masa pembuangan di Pulau Patmos. Wahyu 21:1-6 sesungguhnya berisikan janji pengharapan abadi yang Yesus berikan saat kedatangan-Nya kembali. Dalam penglihatannya, Yohanes melihat langit dan bumi yang baru serta Kota Kudus dan Yerusalem yang baru  ( v.1-2 ). Yohanes merujuk pada Yesaya 65:17 dan 66:22 di mana Allah berkata Ia akan menciptakan langit dan bumi yang baru, dan hal-hal yang terkait dengan masa lalu tidak akan diingat lagi. Istilah kota kudus yang Yohanes gunakan merujuk pada Yerusalem baru di mana Allah tinggal bersama dengan umat-Nya dalam keadaannya yang baru dan sempurna, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Kemah Allah ada di tengah-tengah umat-Nya dan Ia akan berdiam bersama-sama dengan manusia (v.3). Allah, Sang Pencipta yang agung dan mulia, berkenan untuk hadir dan tinggal bersama-sama dengan manusia yang menderita karena dosa. Kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya, menembus batas-batas perbedaan yang ada. Di langit dan bumi yang baru, Ia akan menghapus segala air mata dan penderitaan umat manusia dan menggantinya dengan sukacita. Ia juga akan menjadikan segala sesuatunya baru, yang mana akan terjadi pembaruan segala ciptaan sebagai bentuk penggenapan karya Kristus (v.5). Bahkan Allah akan memberikan air kehidupan bagi siapa yang mengalami kehausan, sehingga umat akan disegarkan jiwanya (v.6). Saudara, melalui bacaan ini kita dapat melihat bahwa Allah sendiri yang berinisiatif untuk menembus batas-batas perbedaan. Ketika Ia hadir, maka umat akan menjadi milik-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Relasi manusia dengan Allah kembali pulih hanya dengan kasih karunia-Nya.

Refleksi
Betapa besar kasih karunia Allah dalam hidup kita. Jika kasih karunia Allah dapat menembus setiap perbedaan yang ada, bukankah seharusnya demikian dengan kita? Kita pun dimampukan untuk menembus perbedaan yang ada dengan sesama kita, hanya dengan kasih karunia Tuhan.

Tekad
Tuhan, ampuni jika selama ini aku menutup diri atas sesamaku. Ajarku untuk menjadi pribadi yang hadir bersama-sama dengan mereka, sebagaimana Engkau telah hadir di kehidupanku.

Tindakan
Aku akan menembus setiap perbedaan yang menghalangiku dengan orang-orang di sekitarku dengan cara belajar mengasihi orang-orang yang diabaikan karena kekurangannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«