suplemenGKI.com

Sabtu, 18 Maret 2017

17/03/2017

Yohanes 4 : 5 – 19

AIR HIDUP

 

PENGANTAR
Air merupakan unsur yang mutlak dibutuhkan oleh semua makhluk hidup termasuk manusia. Oleh sebab itu manusia dan makhluk hidup lainnya sangat bergantung dengan air, termasuk kita. Dalam percakapan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria, “air” menjadi tema sentral dalam percakapan tersebut. Tuhan Yesus membuka percakapannya dengan meminta air kepada perempuan Samaria tersebut, “Berilah Aku minum” ( ayat 7 ). Percakapan tersebut mencapai puncaknya ketika Tuhan Yesus menawarkan “air hidup” yang dapat memenuhi kebutuhan air di sepanjang hidupnya.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang menjadi topik percakapan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria ? ( ayat 5-9 )
  2. Tuhan Yesus mengalihkan pembicaraan dari kebutuhan “air” kepada “Karunia Allah”, apa tujuan Tuhan Yesus ? ( ayat 10 – 19 ).
  3. Apakah Tuhan Yesus juga menyentuh apa yang menjadi kebutuhan sentral dari umat manusia ?

Percakapan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria ini terjadi di Sikhar, di sumur Yakub, setelah Tuhan Yesus melakukan perjalanan pelayanan yang sangat melelahkan.  Tuhan Yesus mulai merasakan kehausan yang tak tertahan, sehingga beristirahat sejenak di area sumur Yakub, sedangkan murid-murid pergi ke kota untuk membeli makanan. Pada saat itulah seorang perempuan Samaria datang hendak menimba air. Maka Tuhan Yesus memulai percakapan dengan perempuan Samaria tersebut, “Berilah Aku minum”. Perempuan Samariapun mencoba membentengi diri dengan mengatakan, “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria ?”. Tuhan Yesuspun tidak memboroskan banyak waktu dengan masalah kehausan diri-Nya dan adat orang Yahudi. Percakapan segera diarahkan kepada keselamatan kekal dan identitas diri-Nya dalam konteks bacaan ini ada kaitan yang erat antara Karunia Allah dan air hidup. Apa makna dari kedua hal tersebut ?

Pertama: Hal itu menegaskan bahwa keselamatan dan kelangsungan hidup manusia semata-mata hanya bergantung kepada anugerah Allah. Pemahaman theologis ini disajikan denganmenggunakan “air” sebagai metafora anugerah Allah. Seperti kita tahu bahwa air adalah unsur yang mutlak dibutuhkan manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Kedua: Selaras dengan kenyataan bahwa kelangsungan hidup kita bergantung sepenuhnya kepada anugerah Allah, maka Allah berkenan mewujudkan anugerah-Nya itu secara total dengan menghadirkan diri-Nya sendiri ditengah umat-Nya. Kehadiran Yesus Kristus di dunia adalah wujud anugerah Allah yang terbesar bagi manusia.

Anugerah Allah dalam Diri Yesus Kristus merupakan anugerah yang diperuntukkan bagi seluruh umat manusia termasuk kita. Oleh sebab itu jangan lewatkan kesempatan ini untuk terus mendengarkan Yesus Kristus dalam Firman-Nya.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil waktu sejenak untuk merenungkan,  apakah kebutuhan yang sangat sentral bagi kehidupan rohani saudara sudah tercukupi ? apa upaya saudara untuk mencukupi kebutuhan rohani saudara ?

TEKADKU
Ya Tuhan, kiranya “Air Kehidupan” terus mengalir memenuhi dan menyegarkan jiwaku.

TINDAKANKU
Saya harus tetap menjaga persekutuan yang indah dengan Tuhan Yesus agar karunia Allah terus mengalit memuaskan dahaga jiwaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«