suplemenGKI.com

Sabtu, 18 Juli 2015

17/07/2015

Markus 6:30-34

KEHADIRAN YESUS BAGI MANUSIA

 

PENGANTAR
Bacaan Injil ini menceritakan Tuhan Yesus bersama para murid-Nya hendak beristirahat.  Mereka mencari tempat yang sunyi, mengasingkan diri dari keramaian.  Injil ini mencatat sampai makanpun Yesus bersama para murid tidak sempat (ay.11b), karena banyaknya orang yang datang menjumpai Yesus.  Oleh sebab itu, mereka mencari tempat yang sunyi, hendak beristirahat memulihkan kekuatan tubuh sebelum melanjutkan perjalanan pelayanan.

 

PEMAHAMAN
Ayat 33-34      : Bagaimana semangat orang banyak itu mencari Yesus? Apa sebabnya?

Ayat 34           : Apa yang Yesus lakukan terhadap orang banyak yang menjumpai-Nya?  Bagaimana kehadiran Yesus itu dirasakan?Bagaimana kehadiran kita bagi sesama?

Keinginan hati Yesus untuk beristirahat bersama murid-murid-Nya seolah segera sirna ketika melihat orang banyak yang datang itu sangat mengharapkan kehadiran-Nya.  Ayat 33b-34 “segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu … Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak”.  Orang banyak telah menanti kehadiran-Nya.  Mereka datang dari berbagai kota di sekitar Galilea.  Hati Tuhan Yesus tidak bisa menolak.  Dia menyediakan waktu lagi bagi orang banyak itu.  Dia tidak peduli siapa saja orang banyak itu.  Dia juga tidak peduli dari mana mereka berasal.  Yang dilihat Tuhan Yesus adalah bahwa mereka adalah orang-orang yang membutuhkan sentuhan kasih-Nya.

Siapakah orang banyak itu?  Injil Markus mencatat bahwa “mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala” (ay.34b)Orang banyak yang datang mengikuti-Nya itu membutuhkan tuntunan, arahan dan perlindungan.  Di tengah-tengah kemiskinan, kesulitan dan penderitaan hidup, mereka membutuhkan Sang Mesias, penolong yang membebaskan.  Apa yang Yesus lakukan bagi mereka?  Ay.34b “tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada merekaLalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka”.  Hati-Nya begitu terenyuh melihat banyak orang ‘haus’ akan pengajaran yang benar.  Dia kembali mengajarkan banyak hal, tentang kehidupan dan kehendak Allah kepada mereka.

Yesus hadir meruntuhkan tembok pemisah antara diri-Nya dengan orang banyak yang menjumpai-Nya.  Waktu, keterbatasan fisik dan kepentingan diri sendiri tidak menjadi penghalang orang banyak itu bertemu dengan Yesus.  Dia berusaha untuk mengerti kebutuhan orang banyak yang datang kepada-Nya.  Semua berasal dari “tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan”.  Hati yang tergerak, hati yang penuh kasih itulah yang mendasari kehadiran-Nya bagi orang banyak.  Tentu hal ini sangat berbeda dengan kehadiran pemimpin-pemimpin agama saat itu yang tidak mendasari sikap dan perkataan mereka dengan kasih.  Orang banyak merasakan kasih Yesus sebab kehadiran-Nya di tengah-tengah orang banyak dilandasi kasih.

REFLEKSI
Mari merenungkan: kehadiran-Nya dilandasi hati yang memberi dengan penuh kasih bukan karena mendapatkan kasih.  Kehadiran-Nya berfokus pada diri orang banyak yang membutuhkan pertolongan, bukan berfokus untuk diri-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar aku memiliki hati yang penuh kasih seperti yang Engkau miliki. Agar aku mampu hadir menyatakan kasih bagi sesama.

TINDAKANKU
Hari ini di tengah-tengah kesibukanku, aku mau menyediakan waktu/menyediakan sesuatu bagi ……….. ketika dia datang kepadaku lagi, setelah beberapa kali aku berusaha menghindarinya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«